Picpraganda!

More Photos

Blog stats

  • 44,895 hits

Walk Out Warnai Sosialisasi PTN-BH di Unhas

1435932839346

Pemaparan PTN-BH oleh Pihak Unhas

Perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH) merupakan salah satu turunan dari UU no.12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi tepatnya pada Pasal 65. Perguruan tinggi yang berstatus PTN-BH memiliki otonomi dalam pengelolaan akademik maupun non-akademik termasuk dalam pengelolaan anggaran. Unhas merasa bangga dengan status ini karena hanya ada 11 dari ribuan universitas yang mampu menyandang status PTN-BH.

Seperti yang kita ketahui Unhas telah berubah status menjadi PTN-BH sejak ditandatanganinya peraturan pemerintah (PP) no. 82 tahun 2014 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 17 Oktober 2014. Unhas dianggap layak oleh Dikti untuk menyandang status PTN-BH karena dianggap telah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan yaitu mutu akademik, tata kelola, program afirmasi dengan masyarakat kurang mampu (beasiswa), dan prestasi mahasiswa.

Setelah menyandang status PTN-BH, salah satu langkah yang dilakukan pihak birokrasi Unhas untuk menyampaikan perubahan status dari BLU menjadi PTN-BH adalah melakukan sosialisasi kepada civitas akademika di Unhas. Sosialisasi tersebut dilakukan pada jumat, 3 juli 2015 di gedung ipteks Unhas.  Di awal sosialisasi tersebut sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Unhas Bersatu memilih untuk melakukan aksi walk out dari forum. Alasannya karena sosialisasi yang dilaksanakan tidak pada waktu yang tepat yaitu ketika mahasiswa sedang memasuki masa liburan dan KKN sehingga sosialisasi yang dilaksanakan jauh dari esensi sosialisasi itu sendiri.

1435932816459

Kurangnya peserta sosialisasi

Sebelum keluar dari ruangan salah seorang perwakilan aliansi unhas bersatu melakukan interupsi. Mantan wakil rektor 3 unhas Ir.Nasaruddin Salam yang saat itu menjadi pembicara mempersilahkan perwakilan tersebut untuk berbicara. Perwakilan aliansi Unhas Bersatu kemudian membacakan pernyataan sikap mengenai sosialisasi yang berlangsung. Salah satu isi dari pernyataan sikap tersebut yaitu anggapan bahwa Unhas tidak pernah transparan dalam hal penetapan aturan atau regulasi yang akan ditetapkan di internal Unhas.

Pada saat berbicara di depan forum, perwakilan aliansi Unhas Bersatu sempat membacakan salah satu ayat Al-Quran yang artinya “hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan menyesal atas perbuatanmu itu”. Setelah membacakan pernyataan sikap, sekitar 30 mahasiswa meninggalkan ruangan atau melakukan aksi walk out dari forum.

Aksi walk out tersebut ditanggapi secara reaksioner oleh pihak birokrasi Unhas. Pembicara pada sosialisasi tersebut mengatakan bahwa para mahasiswa yang walk out justru tidak paham mengenai sosialisasi. Belum lagi para petinggi-petinggi birokrasi Unhas yang duduk berjejer di kursi depan merasa tersinggung dengan pernyataan perwakilan Unhas Bersatu yang dikutip dari Al-Quran. Wakil rektor 3 yang hadir pada sosialisasi tersebut mengatakan akan menindaklanjuti hal tersebut.

Setelah pemaparan oleh mantan wakil rektor 3 unhas Ir.Nasaruddin Salam, salah seorang peserta forum mengajukan pernyataan mengenai ketidaktepatan waktu sosialisasi. Sama halnya dengan pernyataan sikap aliansi Unhas Bersatu, ia menyatakan bahwa sosialisasi yang dilakukan tidak tepat karena mahasiswa sedang libur. Ia pun menyayangkan perkataan yang tidak patut dari salah seorang birokrasi Unhas yang menyatakan bahwa orang-orang yang tidak setuju dengan PTN-BH adalah orang-orang yang terperangkap oleh ketidaktahuan atau kebodohannya mengenai PTN-BH. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak patut dalam forum intelektual seperti sosialisasi yang sedang berlangsung.

Sosialisasi yang dilaksanakan ini, diakhiri dengan buka puasa bersama yang sebelumnya diisi dengan pembacaan ayat suci al-Quran dan ceramah singkat dari mahasiswa kebanggan Unhas.

Dengan aksi walk out dan reaksi birokrasi Unhas terhadap aksi tersebut, sekali lagi pihak birokrasi kembali menunjukkan sikap reaksionernya. Apa yang patut dibanggakan dari penyelenggaraan pendidikan yang terlalu reaksioner terhadap kritikan? Selamat kepada Unhas yang telah berstatus PTN-BH, selamat menyelenggarakan pendidikan yang tidak pro-mahasiswa..[de/nh]

Laporan Singkat Aksi Tolak Reklamasi

IMG_8740

Pantai dan pesisirnya adalah karunia yang luar biasa bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya. Banyak hal yang dapat menjadi mata pencaharian dan sumber penghidupan masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir, mulai dari mencari kerang atau tude, ikan dan udang. Begitupun dengan masyarakat pesisir yang tinggal di sekitar pesisir pantai di sepanjang kota Makassar khususnya kelurahan Panambungang kecamatan Mariso. Banyak penduduk di sana yang menetap di sekitar pesisir dan memperoleh nafkah dari laut.

Namun, hal seperti itu tidak lagi bisa terlihat di kelurahan Panambungan. Rumah-rumah warga telah tergusur dan wilayah pantai yang biasa mereka jadikan tempat mengumpulkan tude dan yang menjadi satu-satunya jalur mereka untuk melaut telah tertimbun oleh tanah-tanah yang dikeruk dari gunung dan bukit hanya untuk pembangunan yang jelas tidak membawa manfaat bagi masyarakat di sekitar pesisir tersebut.

Reklamasi namanya, dan hal itulah yang membuat beberapa warga kelurahan Panambungan ramai mendatangi kantor DPRD kota Makassar siang hari tadi 23 Juni 2015. Warga yang mayoritas ibu-ibu ini bersepakat untuk mendatangi rumah kerja para wakil mereka untuk meminta keadilan yang sudah semakin sulit ditemukan di negeri ini. Keadilan yang dituntut oleh warga sangat jelas bahwa mereka yang selama ini menetap diwilayah pesisir tersebut kini telah terusir dan kehilangan tempat mencari nafkah karena aktifitas reklamasi yang nyatanya ilegal dan hal tersebut diamini oleh wakil rakyat yang menerima warga di kantor DPRD kota Makassar.

Reklamasi ilegal yang dilakukan di sepanjang pantai Makassar yang luasnya sekitar 4000an hektar, 126 juta kubik timbunan yang panjangnya mencapai 35 km, akan berdampak pada masyarakat di sekitar pesisir pantai Makassar tidak hanya warga panambungan. Selain itu, kerusakan pada ekosistem di sekitar pesisir bisa dipastikan terjadi. Tidak hanya masyarakatnya yang juga adalah ekosistem tapi kerang-kerangan yang hidup di sekitar pesisir akan habis dikarenakan habitatnya yang akan hilang. Padahal kerang-kerang dan tude adalah sumber penghidupan masyarakat selain ikan.

Kurang lebih satu jam lamanya, mulai dari pukul 13.00 hingga pukul 14.00 massa aksi yang juga diramaikan oleh beberapa organisasi masyarakat yang peduli terhadap lingkungan, bersama lembaga bantuan hukum dan mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar yang peduli terhadap rencana reklamasi dan yang akan terancam oleh rencana tersebut, menyampaikan aspirasi dan kritik mereka terhadap pemerintah, terkhusus pada wakil rakyat di kota yang katanya adalah kota dunia.

IMG_8810

Setelah selesai di kantor DPRD kota, massa aksi bertolak ke rumah jabatan walikota Makassar, sang pencetus kota dunia, yang katanya anak lorong dan sangat peduli terhadap kondisi kebersihan dan selokan kota Makassar. Terik matahari yang luar biasa panasnya tidak menurunkan semangat para massa aksi yang sedang menjalankan ibadah puasa untuk menyuarakan dan memberi peringatan kepada para penguasa tentang keadilan yang terenggut.
Sekitar pukul 14.30 massa aksi tiba dan disambut dengan wajah yang tidak mengenakkan dari satuan pol-pp dan beberapa anggota polisi yang berjaga di sekitar rumah jabatan pak walikota yang katanya dunia ini. Wajah yang mungkin tidak mengharapkan datangnya para massa untuk menuntut di sana, wajah yang mungkin sedang istirahat di sekitar rumah mewah berwarna putih yang pekarangannya cukup rindang untuk sekedar bersantai jika tidak ada kerjaan.

Para penjaga yang jelasnya adalah pihak kepolisian dan satpol-pp di sekitar rumah jabatan asyik mengambil foto seolah fenomena tersebut adalah hal yang jarang terjadi di kota yang katanya kota dunia ini. padahal jeritan-jeritan dari suara-suara yang menuntut keadilan ini sudah lama menggaung, hanya saja para elit yang bebal dan tidak mau mendengarkan suara itu. Bahkan mereka malah asyik sibuk merencanakan pembangunan kota menuju kota dunia, kota dimana masyarakat yang miskin akan hilang dan terbuang, digantikan dengan gedung-gedung bertingkat. Sibuk menelurkan jargon-jargon kota dan sibuk dengan selokan-selokan yang kotor.

 

Kini, warga yang menjadi korban langsung atas reklamasi yang bahkan berstatus illegal itu, tidak tahu harus melakukan apa, dan hendak mengadu kemana. Mereka telah nyaris kehilangan hidup akibat ulah pejabat yang hanya mendatangi mereka pada saat-saat kampanye. Aksi ini bukanlah hal yang terakhir yang akan dilakukan oleh masyarakat pesisir. Mereka tidak akan berhenti sampai hidup mereka kembali seperti sedia kala.
Panjang umur dan bersatu perjuangan rakyat!.

Selebaran Aksi Pecat UUPT

Boleh disalin dan disebarluaskan!

Selebaran Aksi Kamis 11 juni 2015

Download Formulir

Follow us on Twitter

Benang Merah #Maret ’14

PUTAW Edisi II

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.789 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: