LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » Riset & Analisis » Opini Kritis » Kontroversi Rancangan Undang Undang Penanganan Konflik Sosial

Kontroversi Rancangan Undang Undang Penanganan Konflik Sosial

Makassar 07 April 2012, oleh: Rahmat Januar Noor

Dewan Perwakilan Rakyat kembali membuat suatu langkah fenomenal. Langkah fenomenal yang dimaksud adalah pembuatan RUU Penanganan Konflik Sosial (RUU PKS). Rancangan peraturan ini mengingatkan kita pada RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya (RUU PKB) yang mendapat pertentangan sengit pada era sebelum jatuhnya Soeharto, karena rancangan peraturan tersebut rawan disalahgunakan, utamanya oleh pemerintah. Regulasi ini memberikan kewenangan pada Pemerintah Pusat/Provinsi/Kab/Kota untuk menggunakan ‘fasiltas’ kemanan berupa TNI untuk mengatasi konflik sosial. Tentu saja kita masih teringat bagaimana peran TNI saat mengatasi peristiwa 98 atau yang dikenal dengan Peristiwa Semanggi yang berujung tewasnya 17 mahasiswa dan warga sipil.

Meskipun sampai saatImage ini RUU PKS ini belum mendapat pengesahan dari DPR tetapi rancangan regulasi ini mencerminkan bagaimana anggota dewan kita saat ini sangat bergaya orde baru. Penjelasan di atas sepertinya memberikan gambaran bahwa Reformasi98 hanya lah angin lalu, karena saat ini anggota dewan yang terhormat masih meneruskan kebiasaan orbanya. Hal ini perlu mendapat perhatian karena RUU PKS ini tidak pernah mendapat tempat di media, sehingga hanya segelintir masyarakat yang tau, dan melakukan kajian. Salah satu hal yang membuat rancangan regulasi ini dipending juga karena kurangnya sosialisasi dan keterlibatan baik oleh masyarakat, ahli, praktisi, maupun mahasiswa dalam perumusannya.

Semangat yang melatarbelakangi RUU PKS ini adalah banyaknya konflik-konflik yang terjadi, mulai dari pertengkaran antarsuku, antargeng, antarlorong, dan sebagainya, namun yang perlu diingat bahwa ada juga konflik antara masyarakat dan pengusaha(pemodal/perusahaan) utamanya masalah agraria (konflik agraria). konflik agraria ini terkadang berujung pada konflik sosial antara masyarakat dan pengusaha seperti yang terjadi di Mesuji, dan di Bulukumba (LonSum). Dari kedua konflik tersebut dapat kita lihat bagaimana para pengusaha/pemodal tersebut bekerja sama dengan pihak keamanan dan pemerintah untuk menggusur tanah masyarakat adat. Jika regulasi ini jadi disahkan maka tidak ada masalah jika kemudian Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota kemudian menggunakan TNI untuk mengatasi konflik tersebut.RUU PKS ini adalah legalisasi atas kasus Semanggi seperit yang telah dijelaskan di atas.

Masalah selanjutnya jika RUU PKS ini jadi disahkan adalah tentang definisi atau batasan yang mana saja dikategorikan sebagai konflik sosial. Jangan sampai perkelahian rumah tangga dikategorikan juga sebagai konflik sosial. Perlu diingat bahwa kita sebagai manusia sosial sangat rentan dengan konflik, dengan adanya regulasi ini maka pemerintah seperti mengintervensi atau mencoba mendikte setiap sendi kehidupan, bahkan kehidupan sebagai individu merdeka.

Ini hanya salah satu kontroversi rancangan regulasi yang sedang digodok oleh DPR, dan masih banyak lagi regulasi-regulasi yang sedang dan akan disahkan oleh Anggota DPR yang terhormat. Entahlah apakah regulasi lain yang sedang digodok tersebut adalah hasil analisis kebutuhan rakyat ataukah kebutuhan pasar. Namun dari dua RUU yann dibahas di blog ini (RUU PKS dan RUU Pendidikan Tinggi) sangat jelas keduanya tidak memihak pada rakyat. Untuk sementara pembahasan kedua RUU ini dipending, dan akan dilanjutkan bersamaan pada hari Senin tanggal 10 April 2012. Entah ada agenda apa dari anggota dewan sehingga pembahasan kedua RUU yang kontroversial ini dilakukan bersamaan dan di tengah-tengah kegalauan masyarakat akan kenaikan BBM dan pasal siluman. Sambil menunggu mari kita rapatkan barisan!!!

Terima kasih atas waktu anda membaca artikel ini.

Sunting dari :

http://nasional.kompas.com/read/2012/04/08/18285041/Imparsial.RUU.Konflik.Sosial.Khianati.Reformasi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: