LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » Berita Advokasi » Prees Release » Sengketa Tanah Warga Buloa, Tallo

Sengketa Tanah Warga Buloa, Tallo

KASUS SALING KLAIM TANAH
DESA BULOA RT 002 KECAMATAN TALLO
MAKASSAR

Data Kasus
Lokasi : Desa Buloa RT 002 Kec.Tallo
Makassar
Dasar Hak Tanah : Laut yang surut, tanah pemerintah yang melewati
daluarsa
Pihak yang terlibat : Hj. Ros (Istri alm.Ghazali) dan Warga Buloa Kec. Tallo (sekitar 300an KK)

A. Sejarah Tanah

Tanah tersebut awalnya merupakan wilayah lautan yang surut akibat adanya pengerukan di sekitar muara sungai Tallo. Wilayah ini berada di depan banteng Tallo. Endapan pasir membentuk daratan dan dihuni oleh warga, baik dari RT 001 maupun pendatang. Warga disana sudah menghuni tanah tersebut kurang lebih 20 tahun lamanya.

B. Posisi Kasus
Ada 8 pihak yang mengakui kepemilikan tanah tersebut, namun yang paling gigih adalah pak Gazali, dengan bukti kepemilikan sertifikat (belum diklarifikasi) dan setelah beliau meninggal dilanjutkan oleh istrinya, bu Ros. Sekitar tahun 2009 terjadi bentrok antara preman dan polisi dengan warga, namun diredakan oleh pihak Kesultanan Kerajaan Tallo dengan mengklaim bahwa tanah itu merupakan tanah adat. Dengan berbekal surat yang ditandatangani oleh Raja Tallo XIX dan Sekretaris Kesultanan, maka konflik ini berhenti untuk sementara. Namun pada bulan Mei 2012, bu Ros kembali dengan preman dan polisi dengan maksud untuk menggusur paksa warga. Sempat ada tawaran ganti rugi, 2jt/rumah, namun warga menolak. Tapi ada juga warga yang sempat menerima ganti rugi sebesar 10jt bernama bu Darma oleh bu Ros, dan ingin mengembalikannya, namun tidak diterima lagi oleh bu Ros. Pendekatan dengan warga yang dilakukan adalah dengan cara dipanggil satu-persatu.
Sampai sekarang, semakin sering preman dan polisi yang mendatangi wilayah Buloa tersebut untuk mengusir warga disana dan membangun patok yang dirusak oleh warga. Sampai sekarang, sudah ada 1 orang warga yang mendapat surat panggilan dari Polsek Tallo namun belum ditanggapi karena sakit yang diderita. Namun masyarakat tetap bersikeras untuk bertahan sampai sekarang.
Di sisi lain, ada pengusaha Cina yang menimbun wilayah laut di depan kawasan pemukiman penduduk tersebut. Kalau dilihat dari model timbunannya, bakal menutup akses penduduk yang rata-rata berprofesi sebagai nelayan.

C. Dampak Terhadap Rakyat atas Perampasan tanahnya
. Masyarakat yang notabene tidak memiliki tanah yang lain akan digusur dari wilayah tersebut, pun kalau mendapat ganti rugi mungkin tidak seberapa dan tidak memadai untuk pemukiman baru. Artinya, pekerjaan penduduk disana yang rata-rata nelayan, akan berubah drastis ketika direlokasi ke wilayah perkotaan.

D. Perjuangan Masyarakat
Masyarakat tidak terlalu mengerti mengenai jalur-jalur hukum tentang kasus semacam ini, jadi mereka hanya mengikuti pihak yang mereka anggap mewadahi kepentingan mereka, misalnya usaha dari Kesultanan Kerajaan Tallo untuk pengklaiman wilayah tersebut sebagai wilayah tanah ulayat. Setiap kali ada upaya penggusuran, mereka akan melawan.

E. Kondisi Terakhir Rakyat.
Masyarakat masih melakukan aktifitas masing-masing sebagaimana biasanya, sembari berjaga-jaga kalau-kalau pihak dari bu Ros datang kembali. Pihak dari KPRM dan YLBHM datang untuk memberikan penerangan kepada masyarakat tentang proses advokasi kasus semacam ini. Oleh karena itu, telah dibentuk posko dan forum Warga Buloa yang diketuai oleh Dg. Mansyur dengan wakil Dg.Baso.

F. Tuntutan masyarakat
1. Kepemilikan tanah tersebut berada di tangan warga.
2. Pemerintah agar memudahkan akses untuk pembuatan sertifikat
3. Akses terhadap air bersih dan Jamkesmas diperbaiki.

LITBANG LAW

Iklan

1 Komentar

  1. […] Bagi yang baru tahu kasus ini, dapat menyimak info awal kasus ini disini. […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: