LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » Galeri & Kampanye » GABUNG !!! -Parade Instalasi Perlawanan Kreatif-

GABUNG !!! -Parade Instalasi Perlawanan Kreatif-

GABUNG !!!

PARADE IPK

~mencipta ruang kreatif untuk perlawanan~

Landas Pikir

             Pengambilan keputusan yang dilandasi oleh hubungan kekuasaan yang timpang akan menyengsarakan objek dari keputusan tersebut. Proses pembuatan regulasi yang tidak demokratis hanya akan menghasilkan aturan-aturan yang tidak demokratis pula. Hal-hal semacam inilah yang harus diperjuangkan oleh mahasiswa sebagai manifestasi dari fungsi dan perannya dalam masyarakat. Mahasiswa yang sadar dan peduli terhadap kondisi sosial hari ini wajib turut serta dalam upaya-upaya advokasi untuk menopang pilar perlawanan terhadap penindasan yang lahir sebagai akibat dari proses pengambilan keputusan yang buruk.

Berbagai kendala dengan beragam tingkatan kesulitan harus dihadapi oleh lembaga kemahasiswaan sebagai representasi mahasiswa. Pilihannya, jatuh tertindas atau bangkit melawan. Semakin besar tingkat kesulitannya, semakin kuat sebuah lembaga jika mampu menghadapinya, semakin berhati-hati pula penguasa mengeluarkan regulasinya karena merasa diawasi. Namun jika menilik kondisi lembaga kemahasiswaan hari ini, perannya mengalami degradasi yang cukup signifikan. Pasalnya, kondisi internal lembaga kebanyakan sudah tidak kondusif untuk menghasilkan kader-kader yang mau bersatu untuk sebuah perubahan. Masing-masing memikirkan kepentingan dan cara untuk membesarkan organisasinya, mengakibatkan lembaga kehilangan orientasinya sebagai paralegal untuk mengawal isu-isu aktual terkait ketimpangan kekuasaan.

 

Disintegrasi inilah yang kemudian melemahkan internal perlawanan itu sendiri. Lembaga yang terkotak-kotakkan oleh eksklusifitasnya sendiri secara tidak langsung akan menjadi penyakit yang membuatnya mati suri. Hal ini jelas berimplikasi terhadap perlawanan yang dibangun, terkait inisiasinya yang putus di tengah jalan karena penopang yang diharapkan runtuh termakan ego organisasional. Ibarat rumah runtuh akibat rayap yang memakan tiang-tiangnya. Hal-hal semacam inilah yang perlu dihilangkan demi menjalin kembali simpul-simpul perlawanan dikalangan lembaga kemahasiswaan.

Kondisi lembaga kemahasiswaan dalam ruang lingkup Universitas Hasanuddin (Unhas) hari ini pun tak jauh berbeda dari yang telah dipaparkan diatas. Penyakit epidemi lembaga ini menyebar seantero kampus. Lembaga sibuk dengan urusannya masing-masing, dengan hal-hal yang bersifat seremonial ataupun dalam rangka pelaksanaan program kerja atau prosesi rituil kulturalnya sehingga menyulitkan adanya persatuan untuk mengawal isu aktual. Kebanyakan isu-isu itu hanya habis dikupas di pelataran-pelataran diskusi koridor tanpa ada follow-up yang jelas untuk membentuk semacam aliansi yang menginisiasinya. Sungguh miris kondisi lembaga kemahasiswaan internal Unhas dalam menghadapi isu kekinian.

Konsep baru perlu digodok dalam rangka penyatuan kembali “ruh yang tercerai-berai” dari esensi lembaga kemahasiswaan. Eksistensinya diperjelas dan konsepn           ya dimatangkan. Lembaga boleh berbeda, namun tujuan tetap sama. Penghidupan ruang-ruang diskusi dan model-model perlawanan yang inovatif perlu diintensifkan lagi agar kepekaan terhadap fenomena sosial kembali bersemi. Untuk mewujudkannya agar tidak hanya menjadi konsepsi belaka perlu kerjasama dari berbagai pihak, terutama dari internal lembaga kemahasiswaan itu sendiri.

Tujuan Umum

Membangun konstelasi lembaga kemahasiswaan yang kritis terkait inisiasi pembangkitan lembaga dari tahap stagnasi sebagai konsekuensi pergerakan sosial.

Tujuan Khusus

–          Membuka ruang-ruang pertukaran informasi terkait isu-isu aktual

–          Memperkuat aliansi antar lembaga kemahasiswaan dalam mengawal isu

–          Melatih daya kritis mahasiswa dalam menginterpretasi dan mengeksplorasi masalah seputar peristiwa sekitar

–          Menginspirasi penghidupan kembali fungsi lembaga kemahasiswaan yang “mati suri”

–          Memperkuat silaturahim antar organ kemahasiswaan se-Universitas Hasanuddin

 

Waktu dan Tempat

 

Hari/Tanggal                : Rabu, 10 Oktober 2012

Waktu                          : 10.00 – 16.00 WiTA

Tempat                                    : Pelataran Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea

Bentuk Kegiatan

  1. Lapak Isu

Isu-isu aktual seputar:

–          Kasus Sengketa Tanah Pesisir Buloa-Tallo

–          Kasus Sengketa Tanah Pandang Raya

–          Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi

–          Rancangan Undang-Undang Keamanan Nasional

–          Kontroversi Gelanggang Olahraga Pertamina

–          Pengenalan Pendidikan Alternatif “Sekolah KAMI”

–          Rencana Penggusuran Pedagang Pintu Nol Unhas

–          Kampanye ‘Selamatkan Kretek, Selamatkan Indonesia’

2. Lapak Baca

3. Pameran Data dan Foto

4. Parade Ekspresi

–          Monolog

–          Puisi

–          Teatrikal

–          Kritikustik

5. Launching Perdana Zine “Benang Merah

Bagaimana berpartisipasi?

 

Kegiatan ini dalam pelaksanaannya bersifat partisipatif, jadi seyogyanya bagi semua partisipan undangan untuk memberikan bentuk partisipasinya, seperti misalnya mengisi Parade Ekspresi. Juga selain mengisi salah satu item kegiatan, partisipan juga bisa berpartisipasi dalam hal persiapan teknis yang akan dibahas di teknikal meeting. Karena kegiatan ini adalah kegiatan mahasiswa Unhas yang memiliki kesadaran bahwa perlawanan itu bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan kreatifitas, maka dari itu materiilkanlah bentuk perlawanan kita dengan ikut bertpartisipasi dalam kegiatan ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: