LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » Galeri & Kampanye » Pelatihan Dasar Anggota Baru LAW Unhas

Pelatihan Dasar Anggota Baru LAW Unhas

 

Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat melihat bahwa ada banyak ketimpangan sosial yang terjadi. Terdapat begitu banyak interaksi sosial di masyarakat yang mengharuskan masyarakat kecil kemudian menjadi pihak yang terpinggirkan atau menjadi korban. Oleh karena itu diperlukan rasa peka dan peduli yang tinggi terhadap sesama. Rasa peka dan peduli ini seharusnya paling pertama melekat kepada orang yang menyandang status sebagai mahasiswa, selanjutnya hendaknya sebuah gerak harus dilakukan menanggapi fenomena-fenomena tersebut. Mahasiswa yang sering diposisikan sebagai jembatan penghubung antara strata sosial yang lebih tinggi dengan strata sosial yang lebih rendah tidak hanya sebatas menyaksikan ketimpangan yang terjadi tersebut lantas kemudian mendiskusikannya di ruang-ruang kelas, tetapi melakukan hal yang lebih lagi yaitu bergerak. Bergerak dipahami sebagai suatu bentuk pertanggungjawaban atas ilmu pengetahuan yang telah dimiliki. Dalam hal ini kita berbicara tentang bagaimana mahasiswa sebagai seorang sosok intelektual kemudian melakukan sesuatu dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya untuk membantu pihak-pihak yang membutuhkan.

Kasus-kasus yang terjadi di masyarakat misalnya seperti sengketa yang terjadi di daerah Buloa-Tallo, penggusuran di Pandang Raya, ataupun kasus-kasus penggusuran lainnya sudah jelas akan merugikan masyarakat kecil yang tidak memiliki kekuatan apa-apa. Di UNHAS sendiri beberapa kebijakan patut menjadi perhatian segenap warga UNHAS itu sendiri (baca: mahasiswa). Kebijakan-kebijakan seperti pembangunan GOR UNHAS, penertiban pedagang di workshop, pelarangan masuk angkutan umum, pengelolaan sumber daya dan asset universitas yang tidak baik, hingga pada sorotan terhadap sistem birokrasi yang ribet dan panjang. Kasus-kasus tersebut sudah sewajarnya menjadi perhatian mahasiswa yang mengenyam pendidikan di universitas ini.

Melihat hal tersebut, sebuah pendampingan dan upaya advokasi menjadi sebuah kebutuhan yang penting bagi para korban untuk mengubah kebijakan yang tadinya berpihak kepada salah satu pihak/kelompok tertentu saja menjadi sebuah kemenangan bagi masyarakat kecil dan terpinggirkan. Di antara mahasiswa UNHAS sendiri ternyata terdapat tidak sedikit mahasiswa yang masih memberikan perhatian dan berkemauan untuk bergerak melihat kasus-kasus yang terjadi. Tetapi terdapat masalah dimana dirasa masih kurangnya lembaga-lembaga kemahasiswaan yang menaruh focus dalam upaya-upaya advokasi dikarenakan kondisi dan kegiatan internal lembaga yang telah cukup menyita perhatian para fungsionaris lembaganya. Untuk itu Lingkar Advokasi Mahasiswa Unhas (LAW UNHAS) hadir sebagai satu-satunya organisasi kemahasiswaan dalam lingkup UNHAS yang khusus bergerak dalam kerja-kerja advokasi.

Dalam melaksanakan geraknya sehari-hari, LAW UNHAS memiliki tiga prinsip yaitu pelatihan, riset dan pendampingan. Pelatihan pada tahap awal diharapkan mampu memahamkan dasar-dasar mengenai advokasi kepada mahasiswa. Riset pada tahap selanjutnya adalah tahapan sebelum melakukan upaya advokasi dengan mempelajari dan memahami terlebih dahulu suatu kasus atau isu tertentu. Dengan pemahaman yang dimiliki tersebut, upaya advokasi/pendampingan pada tahap yang terakhir dari gerak yang dilakukan lembaga dapat dilakukan dengan maksimal.

Seperti organisasi pada umumnya, saat ini LAW UNHAS telah kembali menuju kepada tahap pertama dari gerak organisasi yaitu pada tahap pelatihan. Pelatihan advokasi ini dilaksanakan untuk membekali calon anggota dengan pengetahuan tentang advokasi. Sehingga pertanyaan-pertanyaan dasar seperti alasan mengapa mahasiswa perlu advokasi, bagaimana langkah-langkah/cara advokasi dan apa yang perlu untuk kita advokasi dapat terjawab setelah mengikuti pelatihan ini.

Pada akhirnya, pelatihan ini kemudian menjadi kegiatan dari LAW UNHAS itu sendiri sebagai prosesi untuk merekrut anggota baru yang kelak akan meneruskan roda organisasi. Di harapkan melalui pelatihan ini para calon anggota baru LAW UNHAS akan memahami cara/metode yang dapat dilakukan untuk membela hak seseorang/kelompok yang dilanggar oleh pihak lainnya.

Unduh formulir disini.

Kami tunggu partisipasimu!

Iklan

2 Komentar

  1. Bata berkata:

    dimana di donlot formulirnya?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: