LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » Berita Advokasi » CATATAN FESTIVAL PASAR TERONG-HARI I

CATATAN FESTIVAL PASAR TERONG-HARI I

Assalamualaikum

Salam sehat

Salam sejahtera

Photo0348

Diskusi Pedagang Pasar Terong

Matahari sedang mendaki,tatkala saya dan beberapa teman sebut saja Athir, Muti, Fahri, dan Kholiq  keluar dari pengasingannya dan menjelajah kota ruko menuju sebuah tempat yang tak asing, tapi   terasa asin karena sudah lama dikenai garam. Kami melaju ke tempat tersebut, tertarik dengan sebuah judul acara yaitu Festival Pasar Terong. Betul, tempat itu bernama Pasar Terong.

Terletak di tengah kota Makassar, Pasar Terong merupakan tempat berbelanja bersejarah di kota Makassar. Bersejarah karena pasar ini sudah amat sangat lama hadir melayani warga Makassar, jauh sebelum orang berpikir tentang Mall, apalagi Minimarket. Orang-orang tua lebih senang berbelanja di pasar ini, karena selain berbelanja ada juga proses interaksi, entahlah itu tentang negoisasi harga, pemilihan barang, hingga cerita asal muasal (siapa tau keluarga).

Kembali ke Festival Pasar terong. Kami pun tiba di lokasi acara, terletak di lantai 3 Gedung Utama Pasar Terong. Ketika akan naik terbersit keraguan apakah benar acaranya disini, kenapa seperti tidak ada ruh disini. Namun ketika telah sampai di atas, ternyata keriuhan dan hilir mudik orang-orang menyambut kami, semua orang sedang sibuk menyiapkan tempat acara. Lantai 3 Gedung Utama Pasar Terong tersebut terlihat sangat amat kotor, seperti sedang direnovasi. Debu pasir dimana-mana, tumpukan semen, batu, dan bahan bangunan lainnya menyebar mengisi ruangan kosong tersebut, alhasil kami bersama teman-teman ArKom, dan AcSi serta beberapa komunitas lainnya mencoba sebisa mungkin meminimalisir debu pasir tersebut, karena untuk menghilangkannya agak mustahil dalam beberapa jam. Yaa, kegiatan Festival Pasar Terong ini diadakan atau diinisiasi oleh teman-teman ArKom dan AcSi, namun tidak hanya mereka, banyak komunitas lain yang ikut meramaikan kegiatan ini karena konsepnya yang partisipatif kegiatan terbuka untuk umum, untuk jadi panitia dan juga peserta.

Setelah membersihkan tempat acara, dari yang sangat kotor menjadi kurang bersih pelan-pelan beberapa dekorasi ruangan terpasang, seperti display foto, karpet kardus+koran, dsb. Namun yang menjadi keheranan saya yaitu dimana para pedagang? Apakah ini hanya kita-kita saja? Sambil mencoba mencari jawaban pertanyaan tersebut kami mengunjungi Musholla yang letaknya tepat di atas tempat kami membuat acara.

Photo0353

Para pedagang sangat tidak mempermasalahkan keberadaan kartu, hanya saja mereka sudah membayarnya sblm tahun 2000 tapi sekarang blm ada

Rasa heran dan penasaran saya pun terjawab ketika turun dari Musholla, sedikit demi sedikit para pedagang Pasar Terong datang beramai-ramai, yang ibu bahkan membawa anaknya. Para pedagang ini tergabung dalam satu organisasi internal Pasar Terong, yaitu SADAR –Persaudaraan Pedagang Pasar Terong-. Mereka sadar betul bahwa kapan saja ancaman akan datang kepada para pedagang berupa penggusuran, relokasi, dan ancaman lainnya. Herannya ancaman tersebut kadang datang dari Pemerintah melalui PD Pasar ataupun dari Developer.

Untuk merekatkan hubungan para fasilitator dan pedagang, maka sebelum melakukan diskusi lebih lanjut dilakukan sebuah permainan yang bertujuan meleburkan para fasilitator, peserta kegiatan, dan para pedagang. Permainan ini cukup menarik karena disambut antusias oleh segenap elemen kegiatan. Sebagai catatan membangun interaksi sangat penting dalam sebuah advokasi partisipatif, jangan sampai ada sekat antara fasilitator dan objek advokasi.

Kegiatan selanjutnya adalah diskusi atau bahasa kerennya FGD (Focus Group Discussion). Para pedagang di Pasar Terong terbagi ke dalam 9 Sektor, dimana tiap-tiap sektor memiliki ketuanya masing-masing. Pada kesempatan ini para pedagang di tiap sektor diarahkan oleh para fasilitator dari ArKom dan AcSi untuk memetakan penjual di tiap sektor, kondisi kawasan, dan permasalahan yang dihadapi. Waktu dua jam yang diberikan oleh fasilitator seperti masih kurang untuk membantu para pedagang melakukan mapping, namun karena waktu telah menunjukkan pukul 16.50 WITA maka kegiatan untuk hari pertama Festival Pasar Terong dicukupkan, karena sedari awal para pedagang dan fasilitator telah berkomitmen selesai tidak selesai kegiatan diakhiri pada pukul 17.00 WITA.

Berbagai permasalahan yang muncul pada hari pertama Festival Pasar Terong ini dan bagaimana solusi dan rancangan Pasar Terong ke depan, akan dipresentasikan pada hari Selasa (06 Februari 2013) di tempat yang sama (Lantai 3 Gedung Utama Pasar Terong) mulai Pukul 12.00 WITA. Jangan lewatkan karena akan ada juga peluncuran buku tentang Pasar Terong-Dunia Dalam Kota. Buku ini merupakan buku pertama di Indonesia yang berbicara tentang pasar tradisional.

Thanks to ArKom dan AcSi

Sekian untuk hari ini. Matahari mulai menyelam ketika kami kembali ke pengasingan.

Wassalam

Dokumentasi FGD Pedagang-Fasilitator

Photo0351

Fasilitator membaur dengan para pedagang Pasar Terong

Photo0352

Pedagang antusias melakukan mapping

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: