LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » 2013 » April

Monthly Archives: April 2013

Reportase Aksi AMUK Hari ke-35

Senin 29 April 2013, tepat hari ke 35 kembali kawan-kawan yang tergabung dalam massa aksi Aliansi Mahasiswa Untuk Keadilan (AMUK) menduduki rektorat Universitas Hasanuddin menuntut penyelesaian dan kejelasan surat banding terhadap SK skorsing yang dilayangkan pihak komdis fakultas sastra. Seperti aksi sebelumnya, llihat (https://lawunhas.wordpress.com/2013/04/26/aksi-represif-satpam-dan-preman-rektorat/) massa aksi menuju lokasi  aksi sekitar pukul 14.30 WITA dari koridor fakultas MIPA menuju rektorat diiringi arak-arakan massa sambil mengajak mahasiswa yang lain untuk bergabung dalam barisan aksi. massa aksi diperkirakan lebih dari 100 orang yang tergabung dari beberapa organ.

Situasi  aksi terbilang kondusif dengan perwakilan beberapa orang menyampaikan orasi dan para pimpinan lembaga menemui wakil rektor III, komdis fak sastra dan wakil dekan III sastra untuk mendengarkan pendapat dan hasil banding atas SK skorsing ketiga mahasiswa fakultas sastra. Hingga pukul 15.19 para pimpinan lembaga turun dari ruangan rektorat dan kembali naik pukul 15.37 untuk mendengarkan hasil rapat komdis dengan WRIII dan WD III. Pukul 16.02 pimpinan lembaga turun untuk menemui massa untuk menyampaikan bahwa banding terhadap SK skorsing ditolak yang artinya keTIGA mahasiswa fakultas sastra tetap diskorsing.

Kembali pada aturan yang dijadikan landasan skorsing oleh komdis yakni KKMD Bab IV Pasal 6 yakni tindakan merusak atribut kampus yang merupakan tuduhan atas ketiga mahasiswa yang dijatuhi sansksi skorsing sangat tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi, artinya landasan skorsing ini tidak sesuai dan cacat hukum. Karena ketidaksesuaian ini dan hasil banding yang sangat tidak diharapkan akhirnya  massa aksi kembali menduduki dekanat fakultas sastra dan meminta pertanggungjawaban dekan yang tak kunjung muncul hingga pada aksi kesekian kalinya.

Kekecewaan teman-teman sangatah wajar, proses banding yang sangat molor diluar dari jadwal yang ditentukan dalam aturan yakni 14 hari dan telah melewati aturan tersebut, hasil banding yang ditolak dan kemudian tidak ada pertanggungjawaban dari pihak dekanat membuat massa  tetap bertahan menduduki dekanat.

Selamat berjuang kawan-kawan, kapanpun keadilan tetap menjadi yang utama, perjuanga kita adalah perjuangan akan cinta pada Tuhan dan jangan biarkan birokrat mengekang kita dan merampas kedaulatan lembaga mahasiswa. Kami tidak akan membiarkan keadilan direnggut di rumah kami sendiri. Kami akan terus bertahan sampai Tuntutan kami dipenuhi.

Mari bersolidaritas.

Salam Perjuangan !!! Salam Keadilan !!! Hidup Mahasiswa !!! [NH]

 

 Image

 

Iklan

Pidato dan de Facto

Assalamualaikum

Salam Sehat !

Unhas atau Universitas Hasanuddin merupakan sebuah perguruan tinggi negeri yang bertugas untuk menyediakan pendidikan yang berkarakter dan berkualitas ‘tinggi’. Unhas terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di kotamadya Makassar, lebih tepatnya lagi di Jalan Perintis Kemerdekaan km.10.

Hari ini (26 April 2013) beberapa hari setelah peringatan AMARAH di kampus hijau UMI Makassar, ada sebuah kejadian yang sedikit memilukan di kampus merah Unhas. Ditinjau dari segi substansi kejadian AMARAH beberapa tahun silam, seperti terjadi lagi di kampus merah, namun tentu saja dengan level dan skala yang jauh lebih rendah. Namun substansi masalah-lah yang menjadi benang merah dua kejadian ini. Substansinya adalah reprisifitas aparat keamanan dalam menanggulangi aksi mahasiswa. Sedangkan levelnya sangat jauh berbeda, jika pada AMARAH yang merepresi mahasiswa adalah polisi, maka kali ini yang merepresi mahasiswa adalah satpam kampus sendiri. Untuk skalanya sendiri tentu saja sudah dapat diprediksi, bagaimana jika mahasiswa melawan satpam kampus sendiri, yaa 1 mahasiswa : 3 satpam.

(lebih…)

Aksi Represif Satpam dan Preman Rektorat

Kami mengecam aksi represif  yang dilakukan oleh Satpam dan para Preman Rektorat dalam aksi mahasiswa yang hanya ingin menuntut keadilan dari pimpinan universitas. Aksi soldaritas atas ke-6 teman kami yang diskorsing ini harus berakhir dengan tindakan biadab yang dilakukan oleh orang-orang yang digaji dengan duit mahasiswa.

STOP premanisme kampus!

Kampus bukan lembaga yang didirikan untuk mendidik mahasiswa dengan cara-cara tidak dewasa seperti ini. Keinginan kami hanya sederhana: menuntut kampus berlaku kampus berlaku adil dalam menjalankan proses demokrasi dan edukasinya. Keenam teman dari Fakultas Sastra yang diskorsing dan diancam skorsing dan D.O. hingga saat ini belum diberikan hak-haknya untuk banding. Dan ketika kami memintanya, kami direpresi! Apakah kampus sudah benar-benar menjadi penjara bagi keadilan?

919199_647581085257180_1607904034_o

905238_647581078590514_1006280691_o

476847_647581095257179_946453525_o

478225_647581098590512_1037254529_o

Aksi represi menanggapi demonstrasi AMUK

Intimidasi preman rektorat

Bertahan

Bibir seorang peserta aksi yang berdarah karena aksi represif satpam dan preman rektorat

Preman Rektorat mengintimidasi aksi mahasiswa

Reportase AKSI MAHASISWA UNTUK KEADILAN-AMUK

Aksi Mahasiswa Untuk Keadilan (AMUK) Jumat, 26 April 2013 kembali ricuh. Aksi diawali jam 11.00 dengan arak-arakan mahasiswa dari gedung fakultas MIPA  menuju gedung rektorat untuk mengumpulkan massa dan dilanjutkan ke depan gedung rektorat untuk menyampaikan tuntutan. Aksi ini merupakan aksi solidaritas mahasiswa menuntut dicabutnya sanksi skorsing keenam mahasiswa yang dijatuhi dengan sewenang-wenang oleh pihak dekan dan komdis fakultas sastra.

Aksi awalnya berlangsung kondusif, dengan tiga perwakilan mahasiswa  menemui pihak rektor dan wakil rektor  III, sedangkan  massa yang lain  berorasi di depan rektorat dan jumlahnya pun semakin bertambah untuk menyuarakan tuntutan mereka. Akan tetapi, setelah dua puluh menit berorasi, pihak rektorat tetap tidak memberikan tanggapan terhadap tuntutan tersebut. Korlap aksi pun menginstruksikan massa untuk maju selangkah. Namun, tiba-tiba satuan keamanan rektorat yang terdiri lebih dari 20 orang menghalau massa dengan melakukan tindakan represif yang kemudian membubarkan massa secara paksa.kejadian ini berlangsung jam 11.10 WITA .  Tidak hanya pembubaran massa secara paksa, aksi juga diwarnai tindak kekerasan oleh satuan keamanan rektorat dan beberapa pegawai rektorat. Beberapa dari satuan keamanan tersebut bahkan menggunakan benda-benda tumpul untuk memukuli massa. Sebagian massa yang salah satunya korlap aksi, bahkan mengalami luka-luka akibat dipukuli oleh satpam yang mengamuk. sampai tulisan ini dirilis, sudah teridentifikasi ada tiga massa aksi yang mengalami cidera ringan maupun berat akibat tindakan represif satpam dan pegawai rektorat.

Aksi ini merupakan respon dari ketidakjelsan pihak dekat dan komdis fakultas sastra yang sampai hari ini belum memberikan kepastian terhadap pengajuan  banding dari teman-teman yang diskorsing. Karena kondisi inilah teman-teman melakukan aksi yang kesekian kalinya di rektorat yang diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan ini dengan segera. [HNA]

CATATAN DISKUSI PUBLIK UU PT [Kamis/18 April 2013]

Assalamualaikum…

Salam Semesta

Beberapa hari yang lalu diadakan diskusi mengenai Undang Undang Pendidikan Tinggi (UU PT) yang diadakan oleh teman2 BEM Fak. Hukum Univ.Hasanuddin dan beberapa Lema lainnya bekerja sama dengan salah satu stasiun radio,dan stasiun televisi swasta yang mengusung tema “(maaf saya lupa)” tetapi garis besar temanya adalah mengenai Transparansi.

Diskusi ini diadakan di Gedung PKP Unhas, secara geografis sisi utara berbatasan dengan Gedung Registrasi, sisi barat berbatasan dengan Danau Unhas, sisi selatan berbatasan dengan Jalan Lingkar Dalam Unhas, dan sisi timur berbatasan dengan pusat telekomunikasi. Tak perlu terlalu lama membahas Gedung PKP ini. PKP adalah singkatan dari Pusat Kegiatan Penelitian, jadi di gedung ini merupakan pusat beberapa penelitian yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa, di gedung ini juga terdapat Corel Center (bukan Coreal Draw) yang merupakan pusat penelitian karang. (cukup !)

Istimewanya diskusi ini karena dihadiri oleh SekJend Dikti, Rektor Unhas, Dosen Univ.45, dan seorang Mahasiswa sebagai panelis.Diskusi ini dipandu oleh seorang perempuan, yang perawakannya sekilas terlihat seperti penyiar radio mungkin atau presenter televisi (lebih…)

13 Pasal Buat Supir Pete-Pete Kampus

Setelah beberapa bulan sejak dibolehkannya kembali pete-pete masuk kampus, kini ada aturan baru yang mengatur para pengemudi pete-pete yang ingin mencari nafka di Unhas. Surat Keputusan dengan nomor  5529/UN4/UM.08/2013 ini, mengatur tentang  Tata tertib Mobil Angkutan Mahasiswa dan Umum (KAKMU) dalam Lingkungan Kampus Unhas.  Peraturan ini dikeluarkan tuk menjaga keamanan, ketertiban, kedisplinan dan kelancaran pelayanan bagi masyarakat kampus dalam menggunakan trasportasi angkutan ke dalam dan luar Kampus.

Aturan ini merupakan hasil revisi dari Keputusan Rektor pada tahun lalu, yang mengatur tentang KAKMU dalam lingkungan kampus. Hasilnya adalah 13 poin sebagai berikut :
  1. Pengemudi wajib mengutamakan pengangkutan mahasiswa, pengawai, dan dosen Unhas dari pada penumpang pada umum lainnya;
  2. Pengemudi wajib memelihara sopan santun, keamanan, ketertiban, kedisplinan, kebersihan dan patuh pada peraturan lalu lintas baik di dalam maupun di luar kampus Unhas;
  3. Pengemudi di dalam mengemudikan kendaraan dalam kampus tidak boleh melebihi kecepatan 25 kilometer per jam;
  4. Pengemudi mobil kampus, diwajib kanmenggunakan pakaian seragam, penampilan rapi, dengan menggunakan tanda pengenal (kartu identitas) yang memuat : Nomor polisi, nomor KAKMU, nama pengemudi, umur, alamat dan pas foto ukuran 4×6 centimeter.
  5. Pengemudi ditetapkan maksimal dua orang untuk setiap kendaraan dan terdaftar di Unhas dan KAKMU.
  6. Selain nomor urut jalur, diwajibkan pula menggunakan nomor urut kendaraan angkutan Kampus Unhas yang diletakkan dibagian depan dan belakang kendaraan dan di registrasi di KAKMU dan Unhas;
  7. Pengurus KAKMU dan Satpam Unhas, sewaktu-waktu mengadakan pemeriksaan izin trayek masuk kampus Unhas;
  8. Pada saat menaikkan dan menurunkan penumpang, mobil dalam posisi di pinggir jalan berjejer ke belakang dengan kendaraan lain;
  9. Apabila terjadi pemindah-tanganan kepemilikan kendaraan, maka baik penjual maupun pembeli wajib melaporkan kepada Unhas dan KAKMU;
  10. Apabila terjadi insiden kecelakaan dalam kampus yang diakibatkan Angkutan Kampus, maka pada saat itu stiker angkutan kampus dicabut dan kendaraan tersebut dinyatakan tidak boleh lagi beroperasi masuk di dalam Kampus Unhas;
  11. Mobil angkutan kampus yang sudah tidak layak jalan, izin trayeknya tidak dapat dialihkan ke mobil yang lain;
  12. Apabila terdapat mobil angkutan kampus yang kedapatan memindahkan izin trayek tidak sesuai ketentuan yang berlaku, maka izin trayeknya akan dicabut dan dinyatakan tidak bisa beroperasi di dalam Kampus Unhas;
  13. Mobil yang tidak lengkap surat-surat dan pengemudi yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) lalu melakukan pelanggaran tata tertib kampus, maka stiker kampus di cabut dan mobil tersebut tidak diperkenankan lagi beroperasi di dalam kampus Unhas, selanjutnya mobil beserta pengemudi dapat diserahkan kepada pihak yang berwajib (kepolisian).
Dengan ketetapan itu, Pengemudi Pete-pete harus lebih berhati-hati dalam mengemudi. Dan diharapkan dapat menjaga kedisiplinan dalam mengemudi.

Panggung Solidaritas Aliansi Mahasiswa Untuk Keadilan (AMUK)

Panggung Solidaritas

Libatkan Dirimu dan Tunjukan Dukunganmu!

%d blogger menyukai ini: