LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » Berita Advokasi » Reportase AKSI MAY DAY

Reportase AKSI MAY DAY

Hentikan Perampasan Upah, Tanah, Kerja

 Sekretariat Bersama (SekBer) Perjuangan Rakyat Sulawesi Selatan menggelar aksi untuk menuntut keadilan melalui momentum May Day , Rabu, 1 Mei 2013. Aksi dimulai pada pukul 11.00 WITA di gedung DPRD SulSel. Massa aksi yang berjumlah 100-an lebih dari Organisasi Kemahasiswaan, LSM, hingga Rakyat Pulong Bangkeng Takalar menduduki gedung DPRD dengan targetan kampanye dan meyampaikan tuntutan aksi. Orasi oleh beberapa pimpinan organ, teatrikal, puisi, dan nyanyian mengisi aksi. Aksi di DPRD berlangsug damai, namun wakil rakyat tidak keluar dari gedung untuk menyambut aksi SekBer Perjuangan Rakyat Sul-Sel.

Sekitar pukul 12.30 WITA massa aksi bergerak menuju Badan Pertanahan Negara (BPN) Sulawesi Selatan untuk menyampaikan tuntutan dengan harapan mendapatkan jawaban atas tuntutannya. Ketika tiba sekitar pukul 13.00 massa aksi tidak diperkenankan masuk oleh aparat yang menajaga. Massa aksi tetap melakukan orasi menyampaikan tuntutan sembari meminta agar dapat masuk ke gedung dan berbicara langsung dengan ‘stakeholder’. Setelah bernegosiasi dengan aparat akhirnya perwakilan organ dapat masuk untuk menyampaikan tuntutannya.

BPN menjadi titik aksi karena hal yang diangkat ’May Day’ tahun ini mengenai tanah rakyat yang dirampas, khususnya rakyat Tani Pulong Bangkeng Takalar. Hasil dari pertemuan dengan Dinas BPN yakni akan diadakan pertemuan pada Jumat 3 Mei 2013 dan akan membahas bagaimana pengembalian tanah rakyat Tani Pulong Bangkeng Takalar.

Aksi kemudian bergerak di depan kampus UNM Makassar dan setelah itu massa aksi kembali ke tempat masing-masing. Adapun poin-poin yang dituntut SEKBER Perjuangan Rakyat Sul-Sel yakni;

  1. Naikkan  upah buruh sesuai standar kebutuhan hidup layak (KHL), termasuk buruh tani dan pekerja pertanian di pedesaan, buruh informal, serta golongan pekerja rendahan lainnya.
  2. Menolak dan menuntut penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing serta menuntut penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK).
  3. Jaminan kesehatan dan keselamatan kerja bagi buruh termasuk buruh informal.
  4. Menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak.
  5. Menuntut penyediaan lapangan pekerjaan serta pendidikan gratis bagi anak-anak buruh, buruh tani dan petani miskin serta pendidikan murah bagi seluruh rakyat
  6. Menuntut penghentian penggusuran terhadap para pedagang dan memberikan kebebasan kepada para pedagang dalam menjalankan aktivitas ekonominya.
  7. Menuntut dicabutnya UU No. 17 tahun 2011, UU No. 7 tahun 2012.
  8. Tolak RUU Kamnas dan RUU Ormas.
  9. Menuntut dan menolak campurtangan IMF, WB, ADB, WTO dan lembaga-lembaga keuangan internasional lainnya terhadap kebijakan ekonomi dan politik indonesia, termasuk menolak utang luar negeri yang telah menjadi beban rakyat.
  10. Penerapan sistem 8 jam kerja.
  11. Hentikan tindakan represif dalam kampus; stop DO-Skorsing terhadap mahasiswa
  12. Cabut UU Pendidikan Tinggi, Revisi UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003
  13. Hentikan monopoli dan perampasan tanah; Tanah untuk rakyat
  14. Laksanakan Reforma agraria Sejati.

Perjuangan petani Pulong Bangkeng Takalar, Mahasiswa, Kaum Miskin Kota, dan Buruh merupakan solidaritas atas keadaan yang tidak baik-baik saja dan tentunya tidak adil!.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: