LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » JANGAN CENTANG KATEGORI INI » Catatan sederhana: Kehangatan es buah bersama Cleaning Service UNHAS

Catatan sederhana: Kehangatan es buah bersama Cleaning Service UNHAS

 

IMG_3257Selasa 14 Mei 2013, mungkin merupakan hari yang berkesan untuk sebagian orang terkhusus untuk kami dan para pekerja cleaning service kampus. Sebenarnya saya tidak tahu persisnya kegiatan ini namanya apa, namun intinya kami ingin membagi sedikit keceriaan dan membangun semangat para pekerja cleaning service. Saya masih ingat, sore itu sehabis wawancara untuk pengambilan data pekerja dengan salah seorang teman yang memiliki jiwa motivator  tinggi berinisiatif untuk mengadakan kegiatan dimana kegiatan tersebut membawa keceriaan dan kebersamaan untuk pekerja karena setelah mendengar beberapa cerita dari mereka yang sangat miris dan penuh haru sehingga kami berinisiatif untuk mengadakan kegiatan ini.

Persoalan berbagi adalah persoalan sehari-hari yang sudah merupakan keharusan. Frase sederhana “bayangkan dan lakukan” telah menjadi narasi di benak kami, dan kini coba kami wujudkan. Menu sederhana yang kami rencanakanpun terlaksana. Sederhana memang, namun penuh kehangatan. Es buah dan kue kecil yang merupakan pilihan, awalnya memunculkan banyak kekhawatiran. Bagaimana  tidak, Makassar yang sudah tiga hari diguyur hujan sangat tidak cocok untuk menu ini, es buah yang identik dengan manis dan dingin kemudian disajikan pada saat hujan, ibarat kita menyalakan lampu ditengah teriknya matahari, sangat tidak pas. Namun, seperti yang orang bijak katakan, dimana ada niat yang tulus disitu ada jalan, dan pada hari itu cuacapun ikut tersenyum cerah.

Lazimnya sebuah kegiatan, tentu membutuhkan tenaga, financial, bahan untuk makanan dan  semangat. Untuk keempatnya memang sulit  diwujudkan secara sempurna apalagi ditengah minimnya kas bendahara, namun keyakinanku selama hampir setahun lebih bergabung dengan teman-teman ini, baik dalam kegiatan kecil yang sifatnya untuk internal organisasi ataupun eksternal organisasi, loyalitas mereka tidak pernah kuragukan, dan kenyataanpun berkata sesuai dengan harapan, loyalitas itu kembali tercermin.

IMG_3282Dan dari loyalitas dan semangat itu, minimnya peralatan dapur yang kami miliki tidak memudarkan semangat kami, apalagi gangguan dari salah satu  teman yang saya yakin semua sudah tahu dia itu siapa, proses pembuatan es buah hanya berlangsung sekitar dua jam. Tepat pukul 12 siang, semua logistik sudah siap, lalu kemudian setelah menghubungi beberapa pekerja untuk berkumpul di halte depan baruga AP Pettarani, kami pun bergegas untuk menemui para pekerja. Cucuran keringat dari pekerjaan yang ikhlas selalu terbalas dengan hadiah yang berharga. Ekspektasi kami yang awalnya memperkirakan pekerja yang hadir hanya sedikit ternyata salah. Kuantitas mereka ditambah dengan candaan dan antusias  membaluti kegiatan ini. Dinginnya es buah ternayata memberikan sebuah kehangatan.

Candaan yang mereka lontarkan sama sekali tidak menunjukkan bahwa mereka sedang dalam kesusahan, padahal saat ini ditengah lonjatan  harga barang dan kebutuhan pokok, para pekerja yang bertugas untuk keindahan dan kebersihan kampus dari pagi hingga sore hari hanya mendapatkan upah sebesar enam ratus lima puluh ribu rupiah untuk penyapu dan tujuh ratus lima pluh ribu rupiah untuk pekerja taman. Belum lagi status mereka sebagai tenaga outsourcing/kontrak membuat mereka sangat sulit untuk menerima upah yang layak. Jangankan mendapatkan upah yang layak, pekerjapun sering mendapatkan pemotongan gaji ketika mereka tidak hadir. Bahkan ketidakhadiran karena sakitpun–yang dilengkapi keterangan dokter–tetap mendapat pemotongan upah sebesar dua puluh lima ribu rupiah per hari. Pekerjaan mereka  yang terbilang berisiko karena membersihkan jalan raya dan taman pun tidak mendapatkan jaminan kesehatan, data ini kami dapatkan setelah melakukan wawancara dengan beberapa pekerja, dua diantara mereka pernah mengalami kecelakaan saat mereka sedang bertugas menyapu dijalan dan itu tidak mendapatkan jaminan dari perusahaan tempat mereka bekerja, jangankan jaminan, gajinya saja dipotong karena tidak masuk kerja. Ironis memang, namun inilah kenyataan hidup mereka.

IMG_3268Kondisi seperti inilah yang layaknya mendapat perhatian dari kita semua, khususnya kita yang menyandang gelar mahasiswa di kampus UNHAS. Lupakan dulu persoalan besar soal Negara dan pemimpin kita yang lagi menikmati ngorok-ngoroknya diranjang empuk  penderitaan rakyat, lihat dulu disekitar kita, saya yakin kita semua sering melihat mereka sedang bekerja, dan saya masih percaya bahwa masih banyak orang yang ingin peduli namun kurang kreatif menggunakan hati nuraninya. Maka lewat tulisan ini saya mengajak teman-teman untuk menjauhkan diri dari niat penindas, karena kembali saya mengatakan tidak boleh ada yang tertindas diantara kita.

 

Oleh NH

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: