LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » Berita Advokasi » Prees Release » Aksi Tolak Kekerasan Akademik di STIKes Mega Rezky

Aksi Tolak Kekerasan Akademik di STIKes Mega Rezky

Jumat, 2 Agustus 2013. Aliansi Mahasiswa STIKes Mega Rezky  melakukan demonstrasi di kampusnya. Tepatnya pukul 09.05 Wita, massa aksi mulai berdatangan di titik kumpul. Massa yang berjumlah puluhan orang, melakukan aksi secara damai. Saat pukul 10.05 Wita, terlihat 1 orang TNI dan 2 orang polisi berada di titik aksi. Pukul 10.38 Wita massa aksi berjalan menuju titik aksi di depan kantor rektorat. Keadaan kampus mulai terjaga, semua akses masuk kedalam kampus tertutup.

Beberapa media yang mencoba masuk ke kampus untuk meliput, dilarang oleh pengamanan kampus. Bahkan beberapa massa aksi lainnya, juga tidak dapat masuk ke dalam kampus bergabung bersama massa aksi.

Orasi politik terus disampaikan oleh setiap perwakilan lembaga kemahasiswaan STIKes Mega Rezky. Lembaga kemahasiswaan yang terlibat dalam Aliansi Mahasiswa STIKes Mega Rezky. Diantaranya, MAPERWA, HMJ S1 Keperawatan, HMJ Kebidanan, Himpunan Mahasiswa Farmasi, UKM Olahraga, UKM KSR PMI Unit 123, UKM KOPMA dan UKPM. Aksi sempat dihentikan sejenak pukul 12.01 Wita dan dimulai setelah sholat jumat pukul 14.07 Wita.

Saat pukul 14.48 Wita, pihak birokrasi baru mau menerima negosiasi. Kawan Itol yang sebagai tim negosiator mencoba melakukan negosiasi. Pihak birokrasi yang di wakili oleh PUKET IV mengatakan bahwa, “Kami mau melakukan Negosiasi dan kami telah menyediakan tempat untuk bernegosiasi, tetapi ada dua persyaratan:

  1. Negosiasi bisa dilakukan apabila ada Presiden BEM.
  2. Yang dapat bernegosiasi hanya 1 orang perwakilan dari tiap lembaga kemahasiswaan.

Pernyataan itu ditanggapi oleh Kawan itol yang sebagai salah satu tim negosiasi, meminta agar hanya lima orang saja yang mewakili negosiasi itu, karena kami telah membentuk tim negosiasi, serta kami tidak mau melibatkan Presiden BEM dalam bernegosiasi, dia adalah milik birokrasi bukan milik mahasiswa. Tawaran bernegosiasi yang kami berikan kepada civitas akademika yang diwakili oleh PUKET IV, kembali mereka pertimbangkan dan bahkan tidak menerima tawaran itu.

Pukul 15.20 Wita, massa aksi sepakat bubar dan akan kembali melakukan aksi selanjutnya setelah ramadhan. Beberapa menit kemudian setelah massa aksi bubar, pihak birokrasi langsung mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tentang Drop Out (DO) kepada enam mahasiswa yang terlibat dalam aksi tadi. Diantaranya, M.Irsyad Syafar (Itol), Furqan Majid, Rahma Yureka, Gilang Tiarasari, Takbir dan Imran Majid. Sesuai dengan SK yang tertera, alasan keenam mahasiswa yang di DO karena melanggar kode etik. Padahal sesuai dengan gambaran kronologi Aksi, yang dimulai dari pukul 10.38 – 15.20 Wita, aksi berlangsung secara damai.

 

 

Tuntutan aksi Aliansi Mahasiswa STIKes Mega Rezky sebagai berikut:

  1. Pengenalan program studi (PPS) dilaksanakn sepenuhnya oleh lembaga kemahasiswaan.
  2. Mendesak ketua STIKes Mega Rezky Makassar untuk menyelesaikan masalah yang ada dikampus, yaitu :
    1. Memperjelas dana lembaga kemahasiswaan.
    2. Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana kampus.
    3. Menghentikan pungutan liar seperti yang terjadi di Jurusan Kebidanan tingkat 3.
    4. Hentikan Intervensi birokrasi untuk larangan berorganisasi kepada mahasiswa.
    5. Wujudkan kebebasan berekspresi, berpendapat dan berorganisasi di kampus.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: