LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » 2013 » Oktober

Monthly Archives: Oktober 2013

Reportase Hari Ketiadaan Pangan

IMG_8557

Makassar- Kamis 24 oktober 2013 bertempat di bawah fly over  Sekretariat Bersama perjuangan Rakyat Sul-Sel kembali turun ke jalan dalam aksi kampanye “Hari Ketiadaan Pangan” yang dimulai pukul 16.00 dan berakhir pukul 17.20. Massa aksi yang berjumlah sekitar 50 orang ini mengangkat tema “lawan monopoli & perampasan tanah, wujudkan kedaulatan pangan dan land reform sejati”

Dalam orasinya surahman yang juga selaku pimpinan aksi mengatakan “surplus yang dikatakan oleh pemerintah merupakan mitos belaka. Karena banyaknya bahan pangan yang beredar merupakan hasil dari impor belaka sehingga pangan local menjadi tidak laku, belum lagi dengan daya beli masyarakat yang sangat rendah.”

Adanya uu pengadaan tanah menjadi alat untuk melegitimasi guna mengambil tanah milik rakyat ditambah lagi dengan adanya uu Penanganan konflik sosisal membuat pemerintah ingin menghancurkan gerakan-gerakan yang dibangun rakyat.

Menurut Haydar yang merupakan salah seorang massa aksi mengatakan agenda pertemuan WTO di Bali memiliki kedudukan yang sangat penting bagi imperialisme. Dengan memonopoli sarana produksi pertanian termasuk , pasar dan alat produksi termasuk tanah. Dengan demikian akan mengancam masa depan kaum tani di Indonesia. [IP]

IMG_8554a

IMG_8478a

Iklan

Dokumentasi Kegiatan Peringatan Hari Habitat Internasional di Buloa.

Persembahan ‘gandrang Bulo’ oleh Hj. Baharuddin.

IMG_3296
IMG_3297

Warga kampung Buloa dan sekitarnya
IMG_3298
IMG_3298 Sambutan dari perwakilan wargaIMG_3308

Sambutan dari Ketua KPRMIMG_3309

Sambutan Kepala BappedaIMG_3315

Penampilan musikal dari Spasi IMSI FS-UHIMG_3330

REPORTASE HARI HABITAT INTERNASIONAL

Buloa/071013. Setiap hari Senin pertama bulan Oktober diperingati sebagai Hari Habitat Internasional, berdasarkan keputusan Majelis Umum PBB dan rutin diperingati sejak tahun 1986. Peringatan Hari Habitat Internasional atau Hari Habitat Sedunia tahun ini jatuh pada tgl 07 Oktober 2013. Peringatan Hari Habitat membahas isu-isu mengenai perumahan dan pemukiman yang layak, dan tema tahun ini yang ditetapkan oleh pemerintah adalah “Kota untuk Semua”. Makassar sebagai kota yang cukup padat juga memperingati hari habitat internasional, tepatnya di Kampung Nelayan Buloa, Kecamatan Tallo. Acara ini diinisiasi oleh KPRM, ARKOM, Masyarakat Buloa, dan Mahasiswa Unhas.

Terpilihnya Kampung Nelayan Buloa sebagai tempat pelaksanaan hari habitat karena penyelenggara ingin melakukan diskusi langsung di salah satu tempat yang bermasalah dengan kata-kata “perumahan dan pemukiman yang layak”, serta tema “Kota untuk Semua”. Diskusi ini dihadiri oleh Pemkot Kota Makassar yang diwakili oleh Kepala BAPPEDA Kota Makassar, Andi Nawir aktivis KPRM, dan Kord. ARKOM Yogyakarta. Acara dimulai sekitar Pkl.11.00 WITA dengan penampilan dari H.Burhanuddin yang melakukan atraksi Ganrang Adat, atraksi ini ditampilkan untuk menyambut tamu yang datang, kemudian berturut-turut sambutan dari perwakilan masyarakat Buloa, Ketua KPRM, dan terakhir Kepala BAPPEDA Kota Makassar sekaligus memaparkan permasalahan dan rancangan tata ruang kota Makassar, dan di akhir acara pembukaan ditutup oleh persembahan musik akustik dari teman-teman SPASI IMSI-FS UH.

Pada dialog tersebut Kepala BAPPEDA Kota Makassar memaparkan rencana pembangunan Kota Makassar tahun 2014 yang akan berfokus pada revitalisasi pesisir Sungai Tallo. Rencana ini telah dipresentasikan oleh Pemkot Makassar di pemerintah pusat, dan akan mendapatkan bantuan dana dari Bank Dunia. Bahkan pihak Bank Dunia telah melakukan peninjauan di pesisir Sungai Tallo. Namun ketika Kord. ARKOM Yogyakarta mempertanyakan apakah warga telah mengetahui hal tersebut, warga serempak menjawab belum mengetahui. Hal ini menunjukkan bahwa tema “Kota untuk Semua” sangat jauh dari jangkauan, karena selama ini pemerintah tidak pernah melibatkan masyarakat secara aktif dalam merencanakan kota, tambahnya. Sedangkan Andi Nawir lebih banyak mengupas sejarah tata ruang kota Makassar, dimana pada masa walikota Patompo pengembangan kota terus meluas dan berdasarkan kekhususan, sehingga ada daerah khusus pendidikan, khusus industri, dan khusus-khusus lainnya.

Pada sesi tanya jawab masyarakat lebih banyak menyampaikan harapannya agar jangan lagi ada penggusuran, masyarakat menyatakan siap untuk ditata asalkan penataan tersebut melalui proses duduk bersama antara pemerintah dengan masyarakat. Sebelum peringatan Hari Habitat Internasional ini telah diadakan lomba menggambar dan mewarnai bagi anak-anak Buloa. Setelah diskusi acara kemudian diramaikan dengan lomba karaoke, dan joget balon. Acara ini diadakan untuk menjalin kembali keakraban masyarakat Buloa, dan masyarakat pesisir lainnya karena yang hadir tak hanya masyarakat Buloa saja tapi masyarakat pesisir lainnya seperti dari Parang Tambung, dan Mangngara Bombang. Kegiatan ini juga membangkitkan semangat juang masyarakat pesisir, terbukti pada akhir acara kedatangan Bu Ros (mafia laut) bersama preman dan Kapolsek Tallo disambut antusias oleh warga dengan berupaya mengusir mereka. (AF)

Image

Peringatan Hari Habitat Internasional di Buloa Kec. Tallo Makassar pada hari Senin 07 Oktober 2013

Hari Habitat Internasional 2013 #SaveBuloa

Hari Habitat Internasional 2013

Mari bersolidaritas!

 

Gubernuran (3)

Warga Buloa berangkat menuju kantor gubernur menggunakan ” jolloro’ ”
~Aksi di kantor gubernur (13/08/12)~

%d blogger menyukai ini: