LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » Berita Advokasi » REPORTASE HARI HABITAT INTERNASIONAL

REPORTASE HARI HABITAT INTERNASIONAL

Buloa/071013. Setiap hari Senin pertama bulan Oktober diperingati sebagai Hari Habitat Internasional, berdasarkan keputusan Majelis Umum PBB dan rutin diperingati sejak tahun 1986. Peringatan Hari Habitat Internasional atau Hari Habitat Sedunia tahun ini jatuh pada tgl 07 Oktober 2013. Peringatan Hari Habitat membahas isu-isu mengenai perumahan dan pemukiman yang layak, dan tema tahun ini yang ditetapkan oleh pemerintah adalah “Kota untuk Semua”. Makassar sebagai kota yang cukup padat juga memperingati hari habitat internasional, tepatnya di Kampung Nelayan Buloa, Kecamatan Tallo. Acara ini diinisiasi oleh KPRM, ARKOM, Masyarakat Buloa, dan Mahasiswa Unhas.

Terpilihnya Kampung Nelayan Buloa sebagai tempat pelaksanaan hari habitat karena penyelenggara ingin melakukan diskusi langsung di salah satu tempat yang bermasalah dengan kata-kata “perumahan dan pemukiman yang layak”, serta tema “Kota untuk Semua”. Diskusi ini dihadiri oleh Pemkot Kota Makassar yang diwakili oleh Kepala BAPPEDA Kota Makassar, Andi Nawir aktivis KPRM, dan Kord. ARKOM Yogyakarta. Acara dimulai sekitar Pkl.11.00 WITA dengan penampilan dari H.Burhanuddin yang melakukan atraksi Ganrang Adat, atraksi ini ditampilkan untuk menyambut tamu yang datang, kemudian berturut-turut sambutan dari perwakilan masyarakat Buloa, Ketua KPRM, dan terakhir Kepala BAPPEDA Kota Makassar sekaligus memaparkan permasalahan dan rancangan tata ruang kota Makassar, dan di akhir acara pembukaan ditutup oleh persembahan musik akustik dari teman-teman SPASI IMSI-FS UH.

Pada dialog tersebut Kepala BAPPEDA Kota Makassar memaparkan rencana pembangunan Kota Makassar tahun 2014 yang akan berfokus pada revitalisasi pesisir Sungai Tallo. Rencana ini telah dipresentasikan oleh Pemkot Makassar di pemerintah pusat, dan akan mendapatkan bantuan dana dari Bank Dunia. Bahkan pihak Bank Dunia telah melakukan peninjauan di pesisir Sungai Tallo. Namun ketika Kord. ARKOM Yogyakarta mempertanyakan apakah warga telah mengetahui hal tersebut, warga serempak menjawab belum mengetahui. Hal ini menunjukkan bahwa tema “Kota untuk Semua” sangat jauh dari jangkauan, karena selama ini pemerintah tidak pernah melibatkan masyarakat secara aktif dalam merencanakan kota, tambahnya. Sedangkan Andi Nawir lebih banyak mengupas sejarah tata ruang kota Makassar, dimana pada masa walikota Patompo pengembangan kota terus meluas dan berdasarkan kekhususan, sehingga ada daerah khusus pendidikan, khusus industri, dan khusus-khusus lainnya.

Pada sesi tanya jawab masyarakat lebih banyak menyampaikan harapannya agar jangan lagi ada penggusuran, masyarakat menyatakan siap untuk ditata asalkan penataan tersebut melalui proses duduk bersama antara pemerintah dengan masyarakat. Sebelum peringatan Hari Habitat Internasional ini telah diadakan lomba menggambar dan mewarnai bagi anak-anak Buloa. Setelah diskusi acara kemudian diramaikan dengan lomba karaoke, dan joget balon. Acara ini diadakan untuk menjalin kembali keakraban masyarakat Buloa, dan masyarakat pesisir lainnya karena yang hadir tak hanya masyarakat Buloa saja tapi masyarakat pesisir lainnya seperti dari Parang Tambung, dan Mangngara Bombang. Kegiatan ini juga membangkitkan semangat juang masyarakat pesisir, terbukti pada akhir acara kedatangan Bu Ros (mafia laut) bersama preman dan Kapolsek Tallo disambut antusias oleh warga dengan berupaya mengusir mereka. (AF)

Image

Peringatan Hari Habitat Internasional di Buloa Kec. Tallo Makassar pada hari Senin 07 Oktober 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: