LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » Berita Advokasi » Sebuah Reportase: MANUSIA ITU BISA TERBANG…

Sebuah Reportase: MANUSIA ITU BISA TERBANG…

Peserta aksi di Pelataran Rektorat Unhas

“Ternyata ini rasanya Kampus, sejuk..” kata seorang yang sedang menuntut kesetaraan akan pendidikan. Sore itu (Kamis, 13 Maret 2014) puluhan penyandang disabilitas beserta mahasiswa sedang melakukan aksi menolak peraturan yang berisi; penyandang diasbilitas tidak boleh mengikuti SNMPTN 2014.

 

Mungkin ungkapan awal diatas merupakan harapan agar para penyandang disabilitas dapat merasakan kampus. Disabilitas berasal dari kata disability yang berarti cacat atau ketidakmampuan. Disabilitas merupakan keterbatasan secara fisik. Sore itu para penyandang disabilitas beserta mahasiswa berkumpul di depan rektorat Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan maksud menemui Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri s-Indonesia yakni Prof. Dr.dr. Idrus Patturusi (Rektor Unhas). Majelis Rektor beserta panitia SNMPTN 2014 membuat peraturan ketidakbolehan disabilitas untuk mengikuti SNMPTN. Pemerintah menetapkan standar baru bagi peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Peserta disyaratkan tidak boleh tuna netra, tuna rungu, tuna wicara, tuna daksa dan tidak buta warna.

 

Hal ini sangat bertentangan ketika Indonesia secara internasional telah meratifikasi International Convention on the Rights of Person with Disabilities melalui UU No. 19 tahun 2011. Tidak hanya itu, pemerintah sudah melanggar Pasal 28C ayat (1) UUD 1945, Pasal 13 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM, dan Pasal 5 ayat (1) UU No.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, dan UU No.12 Tahun 2012 yang kesemua substansinya adalah bahwa setiap orang atau kelompok orang tanpa terkecuali mempunyai Hak Asasi untuk memperoleh layanan pendidikan dan mengembangkan diri dari dan dimanapun sesuai dengan bakat kemampuan dan keinginannya dan tak seorangpun dapat membatasi, mengurangi menghalangi apalagi menghilangkan hak tersebut dengan alasan apapun. Berbagai peraturan yang telah mengatur perihal disabilitas menegaskan bahwa penyandang disabilitas juga sama dengan manusia lainnya dalam hal hak atas pendidikan. Tetapi kenapa pembatasan dalam pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas ada?

 

 

Meskipun sore itu para ‘pencari keadilan’ tidak menemui Ketua Majelis Rektor, salah seorang disabilitas menyampaikan ketidakbolehan membatasi disabilitas. Dia menyampaikan bahwa banyak orang yang pintar tapi kurang dalam hal moralitas. Pendidikan itu saling melengkapi, bukan untuk membuat diskriminasi satu sama lain. Seorang penyandang disabilitas menyampaikan “manusia itu tidak bisa terbang karena tidak punya sayap, tapi manusia punya hati yang bisa membuatnya terbang”. Ungkapan ini menandakan bahwa pendidikan itu diperuntukkan bagi setiap manusia tanpa dibatasi. Meskipun disabilitas berarti keterbatasan secara fisik, tapi para penyandang disabilitas tetap memiliki hati dan pikiran yang harus dikembangkan (pendidikan). Pelarangan untuk mengikuti SNMPTN bagi disabilitas merupakan pelanggaran kemanusiaan. Seharusnya pendidikan dapat memanusiakan manusia, bukan malah membatasi untuk menjangkau pendidikan.

 

Jangan berfikir mereka minta dikasihani! Tidak…mereka lebih kuat dari kita–yang secara fisik lengkap. Mereka telah melewati berapa tahun berjuang dengan keterbatasan. “setiap manusia dilahirkan menangis, tapi tak satupun manusia ingin ditangisi” kata seorang disabilitas.

Manusia itu bisa terbang, meski tak punya sayap! Satu kutipan terakhir dari seorang penyandang disabilitas sebelum aksi berakhir “jika para rektor-rektor ataupun pemerintah itu mampu menjamin bahwa anak cucu yang ia lahirkan kelak tidak akan menderita disabilitas, maka biarlah mereka mempertahankan aturan ini”.**

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: