LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » Berita Advokasi » Feature News » KECAM KEKERASAN FISIK YANG DILAKUKAN OLEH BIROKRASI KAMPUS !!!

KECAM KEKERASAN FISIK YANG DILAKUKAN OLEH BIROKRASI KAMPUS !!!

Kecam Kekerasan Birokrasi

Di era baru pendidikan indonesia yang semakin ‘maju’ saat ini, semakin banyak saja potret-potret miris yang kita temua dalam praktek pendidikan, khususnya pada pendidikan tinggi. Beberapa waktu lalu, kita digemparkan oleh kabar miris dari Universitas Negeri di Makassar mengenai ‘pemukulan’ yang dilakukan oleh birokrasi kampus yang juga sekaligus pendidik–yang tak sedikit gelar yang bertengger dibelakang namanya–terhadap mahasiswanya sendiri. Ironisnya pemukulan  terjadi hanya karena kedua mahasiswa (korban) menggunakan sandal di area fakultas. Sungguh ironis, kampus yang seharusnya menjadi rahim yang melahirkan generasi-generasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral kolektif masyarakat, dan menjadi pelaksana terwujudnya cita-cita pendidikan kita, justru menjadi tempat mereproduksi budaya-budaya premanistik yang mencoreng habis wajah pendidikan di indonesia, khususnya di Makassar.

Ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Kita sebut saja Fakultas Sastra UNHAS, sebuah siaran yang ditampilkan oleh salah satu media televisi lokal, menampilkan rekaman gambar aparat keamanan kampus secara membabi-buta memukuli mahasiswa yang sedang melakukan demonstrasi di depan gedung rektorat kampusnya. Di dalam institusi struktural seperti setiap tindakan yang di ambil sangat tidak masuk akal jika itu dikatakan sebagai tindakan ‘spontanitas’ atau tendensi pribadi pelakunya, mesti ada hal sistemik lain yang tersembunyi di baliknya.

Masih dari fakultas yang sama yang beberapa waktu silam sempat getol memperjuangkan kawannya yang terancam dikenakan sanksi akademik berupa skorsing dan drop out, coba ingat-ingat kembali, kabar terakhir yang terdengar dari gerakan itu adalah “seorang mahasiswa fakultas sastra terkena bacok dibagian punggung setelah diserang oleh sejumlah orang bertopeng pada malam hari”. Setelah itu (?), kabar perjuangan dari Fakultas Sastra menguap entah kemana.

Penggambaran-penggambaran di atas menunjukan bahwa inilah model baru yang  digunakan oleh kampus untuk melakukan tindakan represif terhadap mahasiswa. Terlepas dari hubungan antara pelaku dan korban, model kekerasan yang terjadi di dalam institusi pendidikan seperti ini memberi dampak demoralisasi dan matinya kreatifitas mahasiswa karena akan senantiasa menciptakan iklim-iklim ketakutan dan kekakuan. Lembaga negara yang bertanggung jawab atas pendidikan di Indonesia juga seharusnya menyikapi secara tegas kejadian-kejadian serupa yang terjadi di dalam lingkungan institusi pendidikan seperti kampus.

Sungguh ironis, kampus yang seharusnya menjadi rahim yang melahirkan generasi-generasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral kolektif masyarakat, dan menjadi pelaksana terwujudnya cita-cita pendidikan kita, justru menjadi tempat mereproduksi budaya-budaya premanistik yang mencoreng habis wajah pendidikan di indonesia, khususnya di Makassar.

Apapun alasannya, tindak kekerasan yang dilakukan oleh birokrasi kamps terhadap mahasiswa tidak dapat dibenarkan.

KECAM KEKERASAN FISIK YANG DILAKUKAN OLEH BIROKRASI KAMPUS !!!

 

Sumber berita:
http://regional.kompasiana.com/2014/04/04/astaga-gara-gara-pakai-sandal-seorang-profesor-memukuli-mahasiswa-hingga-berdarah-646383.html
https://lawunhas.wordpress.com/2013/04/26/aksi-represif-satpam-dan-preman-rektorat/
http://www.berdikarionline.com/kabar-rakyat/20130504/fakultas-sastra-unhas-diserang-preman-bertopeng.html

 

eL.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: