LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » Galeri & Kampanye » Jadi Bagaimana mi ini UKT???

Jadi Bagaimana mi ini UKT???

Berbicara soal UKT, pada intinya kontradiksinya bukan hanya terletak pada soal “Mahal” atau tidak terpenuhinya porsi minimal 5% untuk mahasiswa yang berpotensi masuk ke kelompok 1 (berlatarbelakang keluarga kurang mampu) yang diatur dalam Permendikbud No 55 Tahun 2013. Karena jika berbicara perihal “mahalnya biaya kuliah” dalam sistem UKT, kemungkinan biaya kuliah akan menjadi murah justru akan semakin terbuka lebar. Apalagi sejak kampus menjadi universitas yang berstatus Badan Hukum (PTN-BH), dimana urusan pembiayaan dibebankan ke kampus (Otonomi), kemungkinan orientasi kampus bergeser menjadi orientasi profit (cari duit) akan semakin besar, sehingga secara logis pintu-pintu pihak swasta untuk masuk menanamkan modal di kampus pun semakin terbuka. Bisa dilihat dari semakin banyaknya beasiswa-beasiswa yang ditawarkan oleh kampus, baik dari negara, maupun dari swasta. Kontradiksi soal mahalnya biaya kuliah terpatahkan.

Premis kedua, soal terpenuhinya porsi minimal 5% untuk–sebut saja–mahasiswa miskin. Dalam Regulasi (Permendikbud no 55) disebutkan, kelompok 1 yang membayar SPP paling murah sekurang-kurangnya harus berjumlah MINIMAL 5% dari jumlah keseluruhan mahasiswa yang diterma. Jadi, lagi-lagi secara logis, bagi kampus yang pembiayaannya harus dipikirkan sendiri, Mahasiswa yang diterima dikampus sudah seharusnyalah yang berpotensi membayar lebih banyak kepada kampus. Dengan demikian, cukup menerima 5% saja mahasiswa kurang mampu, kampus telah menjalankan amanah konstitusionalnya. Kontradiksi kedua Terpatahkan. Sedikit tambahan, angka 5% juga mesti jelas dari mana asalnya.

Hal yang lebih mendasar yang seharusnya ditinjau secara kritis pertama adalah KASTANISASI (baca:pengkasta-kastaan) dalam institusi pendidikan. Lihat saja, sejak UKT diberlakukan sejak itu juga kita mulai mendengar istilah-istilah mahasiswa miskin, menengah, ataupun Kaya dalam kehidupan kampus. Secara sistemik, pengkelas-kelasan secara ekonomi akan memberi dampak terhadap kehidupan sosial mahasiswa di dalam kampus. selain itu, dalam sistem seperti ini, bukan tidak mungkin, nantinya dalam pelaksanaan pendidikan akan terjadi diskriminasi.

Kontradiksi yang juga paling kontroversial adalah pelepasan tanggung jawab penuh negara dalam memenuhi pendidikan warga negaranya. Kontradiksi yang satu ini sudah jelas jika dibenturkan dengan konstitusi dasar negara ini; Negara bertanggung jawab penuh atas pemenuhan pendidikan warga negaranya. Jadi bukan lagi berbicara perihal “kampus menjalankan sistem subsidi silang dari pembayaran mahasiswa yang lebih mampu kepada mahasiswa yang kurang mampu” tetapi “memang NEGARALAH YANG HARUS MENSUBSIDI PENDIDIKAN!!!”.

Dengan demikian pendiskusian soal kontradiksi yang ada pada sistem UKT, tidak bisa lepas dari regulasi sebelumnya yang melegitimasi sistem pembayaran UKT ini, sehingga menggaungkan suara penolakan terhadap PTN-BH dan UU PT sudah merupakan sebuah keniscayaan. Karena segala kontradiksi yang dihadapi oleh mahasiswa hari ini adalah dampak sistemik yang ditimbulkan oleh regulasi sebelumnya yang berskala lebih besar. Dan bukan tidak mungkin bahwa akan muncul berbagai kontradiksi lain di kemudian hari.

***

Saya pernah membayangkan kondisi kampus dimana, tidak ada lagi kebebasan berekspresi dan berpendapat bagi mahasiswa, mahasiswa-mahasiswa yang coba menyuarakan aspirasinya melalui demonstrasi akan digebuki oleh satpam, hampir tidak ada lagi ruang di kampus yang tidak terjangkau oleh CC TV, kelas-kelas tempat kita kuliah jadi sangat panas dan pengap, para dosen semena-mena dalam memberikan nilai kepada mahasiswa, mace-mace kantin sudah tidak ada lagi di kampus, biaya kuliah akan menjadi semakin mahal, hingga mahasiswa akan terkotak-kotakan berdasarkan strata ekonomi dan intelektualitasnya.

Apa perlu kita menunggu sampai kondisi kampus menjadi seperti ini—atau lebih parah lagi—baru kemudian kita merasa perlu untuk mengambil peran koreksi sosial sebagai mahasiswa???

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: