LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » Riset & Analisis » Opini Kritis » Sastra, Gerakan Sosial dan Advokasi Hak Rakyat Miskin

Sastra, Gerakan Sosial dan Advokasi Hak Rakyat Miskin

Pengantar

Hiruk pikuk dalam upaya penegakan hak hidup di dunia Internasional hari ini ternyata tidak hanya mewujud ke dalam laporan beberapa kasus pembelaan dan pengintegrasian diri para intelektual yang menghidupi dan hidup di dalam gerakan social menegakkan hak hidup kaum yang dimarjinalkan. Upaya membangun gerakan social untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah dan Negara yang salah satunya dengan melakukan advokasi adalah hal yang marak dewasa ini. Akan tetapi menjewantahkannya ke dalam bentuk karya sastra berupa novel bisa dibilang sesuatu yang langka kalau tidak ingin menyebutnya sesuatu yang baru dalam dunia kesusastraan. Pisau analisa dalam dunia Teori Sastra pun dan terkusus untuk Kritik Sastra bisa dibilang belum memadai untuk melihat bagaimana kaitan Sastra dan Gerakan Sosial terkhusus untuk Advokasi Hak Rakyat Miskin kelas bawah yang dimarjinalkan. Tidak seperti Sosiologi Sastra, Kritik Sastra Marxisme, psikologi sastra, posmodernisme, maupun feminism dan poskolonial yang bisa dikatakan sudah menjadi tren lama dan beberapa diantaranya dianggap pula sebagai sebuah kebaruan  dalam dunia sastra yang tidak lagi terkurung dalam menganalisa unsur internal teks sastra dalam ranah Kritik Sastra.

Padahal beberapa novelis telah melakukannya dalam rangka mengabadikan memori kolektif dari komunitas maupun kelompokya yang menjadikan dunia Sastra terutama novel sebagai ajang produksi dan reproduksi pengetahuan dari gerakan social dan terkhusus upaya advokasi hak hidup rakyat miskin. Karya – karya besar yang berbicara tentang kemanusiaan dan keadilan social terkhusus soal narasi besar pembebasan kaum tertindas memang bukanlah hal yang bisa dibilang langka. Akan tetapi secara spesifik yang mengisahkan sebuah kasus gerakan social tertentu dan upaya perjuangan dan salah satunya melalui upaya advokasi kebijakan yang melibatkan banyak elemen di dalamnya terutama peran massa dan intelektual organic yang hidup dan menghidupi gerakan social tersebut sekali lagi bisa dibilang langka oleh hasil pengamatan penulis.

Karya Sastra, Isu – isu Gerakan Sosial dan Advokasi Rakyat Miskin

Salah satu dari karya yang berupa novel tersebut adalah kisah Pengacara jalanan yang dituangkan John Grisham[1] dalam novelnya The Street Lawyer[2]. Novel ini berceritera bagaimana Rakyat Miskin New York yang terdiri dari para gelandangan dan pekerja serabutan yang mengalami ancaman penggusuran dan perlakuan tidak manusiawi dari pemerintah kota New York dan pemerintah Amerika Serikat pada secara luas. Keterlibatan perusahaan Properti raksasa yang bekerja sama dengan para pengembang real estate kelas bawah dan menengah Amerika yang rata – rata diisi oleh para mantan Preman jalanan dan punya pengaruh di kalangan penjahat jalanan New York. Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah Koalisi paten antara Perusahaan Properti Besar New York ini dengan Firma Hukum Besar dalam pembelaan Hukumnya memenangkan kasus sengketa dengan berbagai pihak. Terutama jika berhadapan dengan para gelandangan. Pihak kepolisian dan institusi hokum New York dan Amerika secara umum pun digambarkan tidak berdaya di hadapan kuasa Perusahaan Properti Besar dan Firma Hukum terkenal Amerika ini. Akhirnya Rakyat Miskin yang tertampung dalam beberapa rumah penampungan untuk para gelandangan dan rumah sewa kumuh yang merupakan klien dari Klinik Bantuan Hukum untuk Rakyat Miskin (LBH untuk konteks Indonesia) dan diorganisir oleh para Pekerja Sosial dan NGO pro rakyat miskin dan Gelandangan New York inilah yang melawan kebijakan jahat para Pengusaha dan Kumpulan pengacara pembela konglomerat property New York tersebut.

John Grisham dan The Street Lawyer

street lawyer

            John Grisham adalah salah satu penulis Amerika yang karyanya mulai diperhitungkan sejak decade 80-an akibat kekhasannya dalam mengisahkan pengalaman hukumnya sebagai seorang pengacara. Diawal aktivitas menulis novelnya, dia menyempatkan menulis dengan merefleksi pengalamannya  selama beberapa jam mulai jam lima pagi setiap hari sebelum melakoni aktivitasnya sebagai seorang pengacara[3]. Lahir 8 Februari 1955 di Arkansas AS, Grisham menamatkan Sarjana Hukumnya di Law School, Ole Miss pada 1981. Kemudian bekerja dengan melakukan Praktik Hukum hamper selama sepuluh tahun di Southaven dengan spesialisasi di bidang pembelaan kriminal dan tuntutan litigasi personal (criminal defense and personal injury litigation). Grisham juga sempat menjadi Anggota Senat Amerika Serikat pada 1983 sampai tahun 1990[4].

Karya pertamanya The Time to Kill diinspirasi dari pengalamannya di sebuah pengadilan DeSoto Country dalam mendengarkan testimony korban pemerkosaan yang berusia 20 tahun dimana ayah korban membunuh si pemerkosa tersebut. Penyaksian dari kasus di pengadilan DeSoto itulah Grisham mencoba untuk menuliskan The Time to Kill yang akhirnya di terbitkan pada tahun 1988 oleh Wynwood Publishers dan terjual sampai 5000 eksamplar. Setelah terbitnya The Time to Kill, Grisham selanjutnya menulis karya – karyanya yang lain yang bertemakan hukum dan permasalahan social masyarakat Amerika. Karya – karyanya antara lain adalah The Firm, The Pelican Brief, The Client, The Chamber, The Rainmaker, The Runaway Jury, The Partner, The Street Lawyer, The Testament, The Brethren, A Painted House, Skipping Christmas, The Summons, The King of Torts, Bleachers, The Last Juror, The Broker, Playing for Pizza, The Appeal, The Associate, The Confession and The Litigators. Semua dari karyanya merupakan International Best Seller[5].

The Street Lawyer bisa dikatakan karya ke Sembilan John Grisham dalam Novel Thriller hukumnya. Dengan berbagai karyanya di atas pula, termasuk dengan terbitnya The Street Lawyer , Grisham dinobatkan oleh New York Times sebagai penulis dengan karya – karya yang masuk daftar best seller. Grisham pun mendapatkan reputasi sebagai Master of Legal Thriller[6] karena konsistensinya menulis dengan tema – tema hokum yang sangat jarang dilakukan oleh penulis lain. Terkhusus untuk The Street Lawyer, dengan tema bantuan hokum untuk rakyat miskin dan para gelandangan di New York AS, Grisham menunjukkan bahwa tidak hanya dunia professional sebagai pengacara dan bagaimana polemic yang ada di dunia hukum terutama di dalam gedung pengadilan, akan tetapi sudah merambah jauh ke dunia social dan terkhusus bagaimana gerakan social yang juga merangkul profesi pengacara pro bono untuk kaum miskin dan para gelandangan.

Grisham menempatkan dirinya sebagai professional yang mengabdi di Senat Amerika dan mendapatkan banyak pengalaman dalam berinteraksi dengan para intelektual dan massa rakyat miskin yang didampingi oleh para aktivis kemanusiaan dan gerakan social dalam memperjuangkan hak – hak yang dituntutnya. Grisham dengan jeli menghadirkan pola hidup para elit kaya di Amerika yang terdiri dari para pengusaha property besar dan pengacara Firma besar yang sangat kontras dengan para gelandangan dan kaum miskin kota New York dan para aktivis kemanusiaan dan gerakan social yang juga beraliansi dengan 14th Street legal Clinic yang merupakan Klinik Bantuan Hukum untuk para gelandangan dan kaum miskin New York. Begitu pula pembebekan pihak kepolisian dan pemerintah Kota New York terhadap kepentingan Perusahaan Properti RiverOaks Real Estate Company dan juga Drake & Sweeney Washington Law Firm sebagai kuasa hukum RiverOaks .

Konflik dalam novel ini juga dengan lihai diramu oleh Grisham dimana konflik personal antara Michael Brock dengan Firma lamanya dengan salah satu pengacaranya Hector Palma yang saling berhadapan di Pengadilan. Juga antara Community for Creative Non-Violence (CCNV) sebagai Organisasi Non Pemerintah yang dibentuk dan dijalankan oleh para aktivis Gerakan Sosial Amerika terkhusus di New York untuk mengurusi persoalan Kaum Miskin dan para gelandangan New York yang beraliansi dengan 14th Street Legal Clinic dalam menghadapi RiverOaks Real Estate Company, TAG Inc. perusahaan pengembang property milik seorang mantan preman jalanan yang punya pengaruh dengan para penjahat jalanan New York, serta Drake & Sweeney Law Firm sebagai kuasa hukum River Oaks. Kedua afiliasi kekuatan inilah yang berhadapan di meja pengadilan dan dalam pengaruh propaganda media massa serta dukungan public Amerika, khususnya New York ketika protes aksi massa jalanan dilakukan secara serempak di berbagai sudut – sudut kota [8].

Peran para aktivis kemanusiaan dan gerakan social terutama yang diinisiasi oleh CCNV dan 14th Street Legal Clinic juga digambarkan begitu berperan sebagai Intelektual penggerak dari perlawanan terhadap afiliasi Perusahaan dan Firma Hukum kaya yang menggusur Kaum Miskin dan para gelandangan New York ini. Dimana melalui kerja keras dan solidnya aliansi antara para Intelektual dengan Lembaga perjuangannya ditambah animo massa kaum miskin dan para gelandangan dalam melakukan kampanye menuntut keadilan kepada Walikota New York dan Pengadilan new York, maka hak para gelandangan yang dibela atas penggusuran illegal yang dilakukan oleh Drake & Sweney Law Firm atas nama RiverOaks Real Estate Corp yang bekerjasama dengan Pihak kepolisian New York dan Pengadilan New York bisa dibatalkan oleh Hakim melalui Restorative Justice dengan denda yang harus dibayar oleh RiverOaks dan Sanksi bagi pengacara Drake & Sweeney bersama pihak penggusur dari kepolisian dan npengadilan yang memaksakan penggusuran illegal tersebut [8].

-Arul Nash-

Catatan kaki:

[1] Lihat Biografi John Grisham pada www.jgrisham.com/bio/.

[2] The Street Lawyer , Penulis John Grisham, Pearson Education in association with Penguin Books 2007. Edinburgh Gate, Harlow, England. 

Terbitan dalam Bahasa Indonesia oleh Gramedia Pustaka Utama Tahun 1998. Jakarta

[3] Lihat www.jgrisham.com/bio/

[4] Ibid

[5] Ibid.

[6] Ibid.

[7] Lihat Publikasi Hasil Penelitian Poor People Struggle in Grisham’s The Street lawyer. Sastra Inggris Unhas 2013. Tidak diterbitkan.

[8] Ibid.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: