LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » Galeri & Kampanye » DISKUSI TANPAROGANSI “HIKAYAT BBM BERSUBSIDI: JUDI ATAU PARODI”

DISKUSI TANPAROGANSI “HIKAYAT BBM BERSUBSIDI: JUDI ATAU PARODI”

“Tuhan saja membutuhkan data untuk menghitung amal dan dosa manusia”.

Kalimat itu diucapkan oleh Syahril, S.E. Salah satu narasumber dalam diskusi tanpa arogansi “Hikayat BBM Bersubsidi: Judi atau Parodi”. Data, satu terma itu yang menjadi senjata para narasumber untuk ditembakkan kepada para peserta. Sesuai dengan judulnya, diskusi ini tidak bermaksud untuk mengkonfrontasikan data yang disajikan. Hendaknya, memperkaya perspektif dalam wacana kenaikan harga BBM.

_MG_6415Sedikitnya 150 peserta hadir dalam diskusi ini. Diskusi dimulai pada pukul 13:30 Wita. Dibuka dengan pembacaan puisi oleh Andi Rewo. Narasumber pertama ialah Muhaimin Zulhair A, M.A. Seorang analis industri migas internasional yang juga alumni pascasarjana ilmu hubungan internasional UGM. Mimin, begitu sapaan akrabnya, menjelaskan ihwal proses pengelolaan migas dari sektor hulu ke hilir dalam kaitannya dengan kenaikan harga BBM, juga bagaimana praktik-praktik yang timpang dalam proses itu.

Setelah berkeliling dunia melihat proses pengelolaan migas, peserta diajak untuk kembali menengok ke dalam negeri. Adalah Syahril, S.E yang menjelaskan perihal subsidi BBM dan ekonomi nasional. Menurutnya, subsidi bbm selama ini lebih tinggi dibanding program sosial lainnya seperti kesehatan,dan peretasan kemiskinan. Ia menambahkan, semakin tinggi konsumsi BBM, semakin tinggi pula cost of production yang berakibat pada peningkatan defisit APBN.

Narasumber selanjutnya, menggiring peserta untuk melihat lebih dekat gejolak yang dihasilkan oleh kenaikan harga BBM. Ali Asrawi, begitu nama lengkap narasumber ketiga yang berasal dari UMI ini, memberi penjelasan tentang tindak represifitas aparat atas aksi demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM, khususnya di Makassar. Selain itu, ia juga memberi keterangan terhadap pemberitaan miring di berbagai media dalam memberitakan aksi demonstrasi mahasiswa.

_MG_6413Narasumber terakhir, menjelaskan perihal bagaimana dampak kenaikan harga BBM terhadap masyarakat. Dibawakan oleh M Nawir yang telah lama bergiat dalam mengorganisir masyarakat miskin kota. Menurutnya, pembangunan infrastruktur itu perlu dalam membantu akses masyarakat terhadap komoditas penunjang produksinya, yang selama ini harganya melunjak akibat mahalnya biaya transportasi.

Sesi tanya jawab pun berlangsung setelah narasumber memaparkan data dan gagasannya. Sayangnya, setelah diskusi berlangsung, tak ada satupun yang menawarkan gagasan tentang What’s next after the discussion. Akhirnya, diskusi berakhir pukul 17:00 Wita.

Dalam diskusi kali ini, hal besar yang dipetik oleh kawan-kawan peserta diskusi sebagai refleksi dari berbagai gejolak gerakan mahasiswa ialah kurangnya diskusi atau kajian mendalam secara ilmiah terhadap kebijakan pengalihan subsudi BBM . Mengutip kalimat dari saudara Syahril, S.E. diatas “Bahkan Tuhan pun butuh data untuk menghitung amal dan dosa manusia”. “Diatas Tuhan masih ada Tuhan yaitu data” tambah Syahril di penghujung diskusi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: