LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » 2015 » Maret

Monthly Archives: Maret 2015

REPORTASE: TOLAK UKT, MAHASISWA UNHAS MELAKUKAN AKSI DEMONSTRASI

Kamis (19/03), tidak kurang dari 150 orang massa yang tergabung dalam aliansi unhas bersatu kembali melakukan aksi demonstrasi di depan gedung rektorat Universitas Hasanuddin. Dalam aksi kali ini mereka menuntut pencabutan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan transparansi penggunaan anggaran Unhas. Pemberlakuan sistem UKT yang diberlakukan, dianggap sebagai suatu bentuk pengkastaan dalam dunia pendidikan karena setiap mahasiswa membayar uang kuliah berdasarkan golongan-golongan yang ditentukan oleh besarnya pendapatan orangtua. Selain itu, perbedaan jumlah pembayaran setiap golongan UKT yang berbentuk subsidi silang dianggap melepaskan peran negara dalam subsidi pendidikan dan menyerahkannya kepada orang-orang kaya untuk mensubsidi yang miskin.

Sejak diberlakukJpegan di unhas tahun 2013 lalu, UKT menuai banyak kejanggalan dalam prosesnya. Dalam pelaksaan sistem UKT, setiap mahasiswa harusnya hanya dipungut biaya SPP tanpa pembayaran biaya-biaya lainnya. Namun kenyataannya beberapa mahasiswa masih dipungut biaya lain. Contohnya mahasiswa Fakultas MIPA Unhas masih dibebankan biaya praktikum. Disamping itu, di beberapa fakultas juga masih diwajibkan membeli buku untuk beberapa mata kuliah.

Massa aksi mulai berkumpul di depan gedung PB UNHAS pada pukul 12.30 wita. setelah massa aksi terkumpul koordinator aksi mulai mengarahkan massa aksi menuju gedung rektorat sambil menyanyikan lagu darah juang. Sesampainya di depan gedung rektorat, massa aksi langsung membentangkan spanduk dan petaka kemudian bersama-sama menyanyikan lagu mars unhas. Setelah itu beberapa massa aksi mulai menyampaikan orasinya.

Kali ini massa aksi disambut oleh pimpinan universitas dalam hal ini wakil rektor I, II dan III. Massa aksi menuntut rektor unhas untuk menemui massa aksi dan berdialog mengenai tuntutan massa. Akan tetapi, massa aksi tidak berhasil menemui rektor unhas Jpegyang kabarnya sedang berada di Jakarta. Pada kesempatan itu, pihak rektorat memberi kesempatan kepada massa aksi untuk melakukan tanya-jawab terkait permasalahan UKT. Ihwal pembebanan biaya lain kepada mahasiswa dan penetapan kuota minimal 5% bagi golongan I dan II, dipertanyakan oleh beberapa massa aksi. Akan tetapi jawaban yang dipaparkan oleh wakil rektor II tidak sesuai dengan pertanyaan yang diajukan. Seringkali berputar-putar dan kurang jelas.

Tidak puas dengan jawaban pihak rektorat, massa aksi pun menuntut agar pihak rektorat mau membuka ruang diskusi dengan para mahasiswa berkaitan dengan pelaksanaan UKT dan transaparansi penggunaan anggaran Unhas. Setelah bernegosiasi dengan massa, pihak rektorat pun sepakat untuk membuka ruang diskusi pada minggu depan. Selain itu, pihak rektorat yang diwakili oleh WR2 menghimbau kepada mahasiswa untuk membuat laporan tertulis yang ditujukan langsung kepada pimpinan universitas apabila terdapat kejanggalan dalam pelaksanaa sistem UKT. Aksi ini ditutup dengan penyerahan surat tuntutan kepada WR1.

Iklan

LAPAK BACA : UPAYA KECIL MELAWAN KEMEROSOTAN INTELEKTUAL

Salah satu indikator kemajuan suatu bangsa ialah angka melek huruf. Melek huruf bukan hanya dalam artian menguasai huruf, dan arti kata. Melek huruf yang maksudnya seberapa banyak pengetahuan manusia yang diperolehnya melalui membaca. Selanjutnya bagaimana pengetahuan itu berguna sebagai kaca-mata dalam memandang fenomena yang saban hari kita jumpai. Ilmu pengetahuan seperti yang dijelaskan diatas sangat berguna bagi umat manusia.

Bagi sebagian orang, membaca boleh jadi merupakan aktivitas membosankan, bikin ngantuk, dan buang-buang waktu. Banyak pilihan yang lebih menyenangkan ketimbang membuka halaman demi halaman, dan memaknai kata demi kata yang terdapat di dalam buku. Pilihan itu pun banyak macamnya, fitur permainan yang mudah kita dapatkan hanya dengan mendownloadnya di play store handphone android, misalnya. Atau duduk dihadapan laptop berpuluh-puluh jam menyaksikan film yang hanya memiliki satu permasalahan dalam hidupnya, mengutip judul lagu Efek Rumah Kaca, ‘Cinta melulu’.

Ditengah situasi kampus dan mahasiswa yang semakin memprihatinkan: copy-paste skripsi dan tugas, buku-buku di perpustakaan tak berkualitas, dosen malas, membosankannya proses pembelajaran di kelas, dan sederet permasalahan yang disebutkan diatas. Beralaskan hal tersebutlah, sekelompok pemuda-pemudi menginisiasiIMG_20150304_123520kan diri untuk membuka lapak baca di fakultas Sastra, Universitas Hasanuddin, Rabu 4 Maret 2015.

Di sudut aula Prof. Matualada, mereka menjajakan berbagai jenis buku (Sosial, ekonomi, politik dan sastra). Ada yang untuk dibaca, ada pula yang hendak dijual. Harga jualannya pun terjangkau, mulai dari 15 ribu sampai 50 ribu. Menurut Mahatir, salah seorang inisiator lapak yang juga Koordinator divisi Aksi dan Propaganda Lingkar Advokasi Mahasiswa Unhas (LAW-Unhas), “Buku yang diperuntukkan dibaca ditempat oleh pengunjung adalah buku-buku yang tidak tersedia di perpustakaan universitas maupun fakultas, kami juga menyediakan jasa pemesanan buku yang dicetak langsung dari Jogjakarta. Selain itu, lapak ini juga bertujuan sebagai sarana menyebarkan ilmu pengetahuan”.

Pengunjung lapak baca ini pun bermacam-macam. Terdiri dari: Mahasiswa strata III, beberapa dosen yang senang membaca, dan mahasiswa dari berbagai angkatan. Tak sampai disitu, pengunjung yang datang juga melakukan diskusi bersama para penjaga lapak. “Selain tempat membaca, lapak buku ini diharapkan mampu membuka ruang-ruang diskusi yang selama ini sudah jarang ditemui di kampus, walhasil produksi pengetahuan pun dapat kembali berjalan” Ucap Stevany.

Membacalah. Sebab dengan membaca, kita dapat memaknai hidup kita lebih dalam lagi. Memperkaya diri dengan melihat cara pandang orang lain terhadap apa yang ia alami, lalu merefleksikannya kedalam hidup kita. Bukankah kita terlalu egois bila tak mau mencerap pengalaman dan hasil pikiran orang lain?(HIM)

%d blogger menyukai ini: