LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » Galeri & Kampanye » LAPAK BACA : UPAYA KECIL MELAWAN KEMEROSOTAN INTELEKTUAL

LAPAK BACA : UPAYA KECIL MELAWAN KEMEROSOTAN INTELEKTUAL

Salah satu indikator kemajuan suatu bangsa ialah angka melek huruf. Melek huruf bukan hanya dalam artian menguasai huruf, dan arti kata. Melek huruf yang maksudnya seberapa banyak pengetahuan manusia yang diperolehnya melalui membaca. Selanjutnya bagaimana pengetahuan itu berguna sebagai kaca-mata dalam memandang fenomena yang saban hari kita jumpai. Ilmu pengetahuan seperti yang dijelaskan diatas sangat berguna bagi umat manusia.

Bagi sebagian orang, membaca boleh jadi merupakan aktivitas membosankan, bikin ngantuk, dan buang-buang waktu. Banyak pilihan yang lebih menyenangkan ketimbang membuka halaman demi halaman, dan memaknai kata demi kata yang terdapat di dalam buku. Pilihan itu pun banyak macamnya, fitur permainan yang mudah kita dapatkan hanya dengan mendownloadnya di play store handphone android, misalnya. Atau duduk dihadapan laptop berpuluh-puluh jam menyaksikan film yang hanya memiliki satu permasalahan dalam hidupnya, mengutip judul lagu Efek Rumah Kaca, ‘Cinta melulu’.

Ditengah situasi kampus dan mahasiswa yang semakin memprihatinkan: copy-paste skripsi dan tugas, buku-buku di perpustakaan tak berkualitas, dosen malas, membosankannya proses pembelajaran di kelas, dan sederet permasalahan yang disebutkan diatas. Beralaskan hal tersebutlah, sekelompok pemuda-pemudi menginisiasiIMG_20150304_123520kan diri untuk membuka lapak baca di fakultas Sastra, Universitas Hasanuddin, Rabu 4 Maret 2015.

Di sudut aula Prof. Matualada, mereka menjajakan berbagai jenis buku (Sosial, ekonomi, politik dan sastra). Ada yang untuk dibaca, ada pula yang hendak dijual. Harga jualannya pun terjangkau, mulai dari 15 ribu sampai 50 ribu. Menurut Mahatir, salah seorang inisiator lapak yang juga Koordinator divisi Aksi dan Propaganda Lingkar Advokasi Mahasiswa Unhas (LAW-Unhas), “Buku yang diperuntukkan dibaca ditempat oleh pengunjung adalah buku-buku yang tidak tersedia di perpustakaan universitas maupun fakultas, kami juga menyediakan jasa pemesanan buku yang dicetak langsung dari Jogjakarta. Selain itu, lapak ini juga bertujuan sebagai sarana menyebarkan ilmu pengetahuan”.

Pengunjung lapak baca ini pun bermacam-macam. Terdiri dari: Mahasiswa strata III, beberapa dosen yang senang membaca, dan mahasiswa dari berbagai angkatan. Tak sampai disitu, pengunjung yang datang juga melakukan diskusi bersama para penjaga lapak. “Selain tempat membaca, lapak buku ini diharapkan mampu membuka ruang-ruang diskusi yang selama ini sudah jarang ditemui di kampus, walhasil produksi pengetahuan pun dapat kembali berjalan” Ucap Stevany.

Membacalah. Sebab dengan membaca, kita dapat memaknai hidup kita lebih dalam lagi. Memperkaya diri dengan melihat cara pandang orang lain terhadap apa yang ia alami, lalu merefleksikannya kedalam hidup kita. Bukankah kita terlalu egois bila tak mau mencerap pengalaman dan hasil pikiran orang lain?(HIM)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: