LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » Berita Advokasi » Mengobarkan Bara Api Sang Martir Revolusi: Sebuah Reportase

Mengobarkan Bara Api Sang Martir Revolusi: Sebuah Reportase

Kamis (7/5), sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Untuk revoLUSI (SOLUSI) melakukan aksi solidaritas di depan pintu satu Universitas Hasanuddin (Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 10). Aksi yang dihadiri oleh kurang lebih 50 mahasiswa dari berbagai elemen ini, merupakan aksi solidaritas untuk mengangkat kembali isu bunuh diri Sebastian Manufuti yang selama ini terkesan ditutup-tutupi oleh media.

Dalam memperingati aIMG20150507164412ksi hari buruh atau May Day 1 Mei 2015 lalu, Sebastian Manufuti membakar dirinya lalu melompat dari atap stadion utama Gelora Bung Karno (GBK). Sebastian yang merupakan seorang buruh PT Tirta Alam Segar ini, merayakan hari buruh bersama teman seperjuangannya yang tergabung dalam serikat buruh bernama KSPI. Sekitar pukul 16:50 WIB, tubuhnya ditemukan tergeletak di stadion GBK.

Pada status Facebook terakhirnya, Sebastian berpesan “Semampuku akan berbuat apapun agar anda, kita, dan mereka bisa terbuka matanya, telinganya, dan hatinya untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Pesan inilah yang harusnya dapat memantik bara api revolusi untuk menuntut keadilan seluruh rakyat Indonesia. Namun pada kenyatannya, adanya martir revolusi ini, belum menjadi tuas penggerak bagi kita, maupun pemerintah untuk menindaki ketidakadilan di negeri ini. Atas dasar itulah SOLUSI melakukan aksi demonstrasi, disamping media yang minim memberitakan atau terkesan menutup-nutupi hal tersebut.IMG20150507171748

Aksi yang dimulai sejak pukul 16:00 WITA dan berakhir hingga pukul 17:45 WITA ini, diliputi oleh kobaran api hitam, poster, dan spanduk yang berisi tuntutan agar pemerintah menindaklanjuti kasus tersebut, bahwa kasus Sebastian adalah bukti nyata dari ketidakadilan yang terjadi di negeri ini. Lalu, haruskah kita diam saja bilamana telah terdapat korban atas ketidakadilan yang menimpa negeri kita ini? Haruskah menungIMG20150507173224gu Sebastian-Sebastian selanjutnya hingga hati kita tergerak untuk menyuarakan ketidakadilan? Demikianlah sederet pertanyaan yang dilontarkan oleh para orator aksi demonstrasi kali ini. Aksi ini pun ditutup dengan mendoakan arwah Sebastian tenang di alam sana. Amin!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: