LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » Berita Advokasi » Bulogading; Memperkuat Kembali Barisan Perlawanan Menolak Perampasan Tanah

Bulogading; Memperkuat Kembali Barisan Perlawanan Menolak Perampasan Tanah

CUTxPuBVAAAeZWQ

Tiga bulan telah berlalu sejak percobaan pertama eksekusi lahan di Jl. Bulogading oleh pihak Pengadilan Negeri Makassar dibatalkan. Masih teringat jelas dalam ingatan kita bagaimana upaya warga mempertahankan tanah leluhurnya. Upaya litigasi berupa gugatan balik, hingga aksi langsung damai maupun kisruh telah tuntas dilaksanakan. Namun, hasil memuaskan tak pula datang menghampiri. Agustus lalu, tepatnya pada tanggal 12, Warga Bulogading juga sempat melakukan aksi pendudukan untuk mempertegas tuntutan mereka Warga Bulogading melakukan aksi blokade penuh jalan Somba Opu untuk mempertegas tuntutannya kepada Walikota. Usaha, sudah selesai dilakukan oleh warga Bulogading.

Kemarin, tertanggal 21 November 2015, warga Bulogading, yang berhimpun dalam FORWA Bulogading dan mahasiswa yang bersolidaritas, kembali melakukan aksi di Jl. Somba Opu. Aksi ini dilakukan terkait dengan keluarnya surat perintah eksekusi oleh Pengadilan Negeri Makassar yang terbit pada taggal 18 November 2015. Surat tersebut berisi keputusan eksekusi lahan yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 November 2015. Surat keputusan ini masih terbilang rancu, karena proses litigasi yang sedang berjalan masih belum tuntas diproses oleh Pengadilan Negeri.

Di bawah terik matahari Makassar, aksi dimulai pada pukul 11.58 WITA. Aksi berlangsung damai. Massa aksi yang terdiri dari warga bulogading, mahasiswa dan anak kecil tampak bersemangat melantunkan yel-yel dan menyuarakan orasi politiknya. Ajakan dan dukungan kepada para pengguna jalan yang melintas di Jl. Somba Opu juga tak luput disampaikan.

Selain ajakan dan dukungan, para orator juga menegaskan bentuk kekecewaannya terhadap putusan Pengadilan Negeri Makassar yang mengeluarkan surat eksekusi. Keluarnya surat eksekusi di tengah proses hukum yang tengah berlangsung memperlihatkan ketidak berpihakan Pengadilan Negeri kepada masyarakat. Selain itu, warga juga menegaskan bahwa, mereka sampai kapanpun tidak akan menyerah untuk mempertahankan haknya atas tanah yang telah mereka tempati selama puluhan tahun. Tanah yang merupakan tempat tinggal dan telah menjadi ruang memori sejak dulu kala merupakan warisan leluhur yang tidak dapat diganti dengan nominal.

“Bulogading yang berada di tengah-tengah pusat perekonomian kota Makassar merupakan lokasi strategis” kata seorang warga pada orasinya. Sehingga wajar saja, jika rumah warga dengan mudah digusur tanpa memperdulikan proses hukum yang adil bagi warga Bulogading, lanjutnya. Di tengah aksi yang berlangsung, beberapa personil polisi datang dan berjaga-jaga di sekitar area aksi. Aksi damai yang berlangsung sejak pukul 11.58 WITA akhirnya selesai pukul 13.35 WITA dan para massa aksi kembali ke posko FORWA Bulogading.

“Di hadapan penguasa, apa lagi yan gkita punya, kawan, selain persatuan!”

Panjang Umur Perjuangan Warga Bulogading!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: