LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » JANGAN CENTANG KATEGORI INI » Reklamasi, Korporasi Dan Kekasih

Reklamasi, Korporasi Dan Kekasih

Oleh Muhammad Amri Murad

Akhir-akhir ini saya sering sekali mendengar berbagai proyek reklamasi di Indonesia. Mulai dari reklamasi teluk Benoa di Bali, Muara Angke di Jakarta, hingga yang paling dekat tentu di kota kelahiran saya, Makassar. Mega proyek perusakan reklamasi di pesisir kota Anging Mammiri ini menuai pro kontra yang cukup panjang. Masyarakat pesisir, aktivis lingkungan, mahasiswa, dan berbagai pihak lain masih menyatakan penolakannya terhadap proyek tersebut hingga kini.

Proyek Reklamasi di Makassar merupakan salah satu proyek reklamasi terbesar yang pernah ada di Indonesia. Dalam Rancangan Peraturan Daerah (RANPERDA) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) kota Makassar, seluas 4000 hektar pesisir kota makassar akan ditimbun.

“Terus kenapa, bede? Apa salahnya kalau direklamasi? Bukannnya tanah di kota Makassar sudah sangat sempit dan tidak punya lagi ruang terbuka bagi masyarakat?” Kurang lebih itu pernyataan retorik yang dilontarkan oleh seorang pejabat di kota ini.

Pertanyaannya kemudian apakah hanya karena terbatasnya ruang terbuka hijau bagi masyarakat lantas perlu diadakan reklamasi? Apakah tidak ada lagi tempat di darat yang bisa digunakan hingga reklamasi dianggap perlu? Atau ada konspirasi yang melibatkan beberapa pejabat setempat untuk memperoleh

12705250_739664392800964_5548874526082297632_n

Gambar ini diambil dari halaman Facebook Makassar Tolak Reklamasi.

keuntungan pribadi?

 

Mengapa saya seringkali menyematkan “proyek” sebelum kata reklamasi? Karena tidak sedikit proyek reklamasi dijadikan sebagai ladang privatisasi yang hanya menguntungkan segelintir orang maupun kelompok tertentu. Coba kita ulik sedikit.

Di daerah pesisir kota Makassar yang akan direklamasi, 157 hektar diantaranya akan dibangun Center Point of Indonesia. Proyek ini digadang-gadang akan menjadi salah satu ikon baru Sulawesi Selatan. Tidak tanggung-tanggung sebesar Rp 400 Miliar Rupiah dikeluarkan oleh pemerintah melalui Cost Sharing APBN dan APBD.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: