LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » JANGAN CENTANG KATEGORI INI » INVESTASI BENCANA JANGKA PANJANG

INVESTASI BENCANA JANGKA PANJANG

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut

disebabkan karena perbuatan tangan manusia;

Allah menghendaki agar mereka merasakan

sebagian dari (akibat) perbuatan mereka,

agar mereka kembali (kejalan yang benar)” (QS.Ar-Rum: 41)

 

Rencana reklamasi di pesisir kota Makassar membentang dari Sungai Jeneberang sampai Sungai Tallo sepanjang 32 km. Pro dan kontra mewarnai pengambilan keputusan untuk mereklamasi. Beberapa pihak, terutama penggiat lingkungan, mengganggap reklamasi seringkali mengabaikan kondisi habitat dan ekosistem sehingga mengancam keberadaan organisme pesisir dan pada saat tertentu dapat menimbulkan bencana seperti banjir rob. Sementara para aktivis sosial menganggap reklamasi , yang terjadi selama ini dilakukan oleh pengusaha ataupun spekulan, mengabaikan kepentingan masyarakat pesisir karena menghilangkan tempat parkir kapal nelayan, menimbun daerah yang kaya akan organisme ekonomis hingga menggusur kampung-kampung nelayan. Reklamasi juga dianggap tidak efektif karena pemanfaataannya tidak diorientasikan pada kondisi masyarakat pesisir sehingga menimbulkan pengangguran-pengangguran baru.

Peningkatan investasi merupakan keuntungan yang dapat diperoleh dari adanya penambahan lahan terutama di pesisir terutama investasi di bidang perhotelan dan pemukiman. Lokasi di pesisir merupakan kawasan yang eksotik karena menghadap ke laut (sea view) dan menawarkan pemandangan matahari terbenam yang tidak dimiliki semua daerah pesisir. Aktivitas industri yang terletak di pesisir juga dapat menekan biaya produksi perusahaan karena proses pembuangan air limbah atau sisa proses produksi lebih mudah.

Perhitungan valuasi reklamasi yang lebih konkrit pada bidang investasi atau ekonomi mengakibatkan kepentingan ekologi dikesampingkan. Keuntungan dari bidang investasi juga dapat dirasakan dalam waktu yang lebih singkat daripada keuntungan ekologi sehingga kecenderungan untuk memilih aktivitas ekonomi di atas lahan hasil reklamasi lebih besar daripada aktivitas ekologi. Namun jika ditelisik lebih jauh dan dipandang lebih dalam maka sesungguhnya dampak dari reklamasi sangat berpotensi merugikan pemerintah dan masyarakat.

Entah pemerintah kota dan pengusaha percaya dengan adanya climate change atau tidak. Mereka mungkin tidak memiliki akses untuk menonton saluran National Geographic atau Discovery Channel, sangat dikasihani. Sebaiknya jika mereka tidak percaya silahkan berkunjung langsung ke kutub selatan untuk melihat bukit es berjalan yang pelan-pelan meleleh dan mengakibatkan kenaikan muka air laut atau sea level rise.

Mereka (ekslegyudinvor[1]) mungkin berpikir (atau tidak) bahwa hal tersebut tidak ji berpengaruh sama daerah ku tapi masyarakat harus mengetahui bahwa laut atau perairan dunia merupakan satu kesatuan. Hal tersebut nampak dari adanya arus laut global sehingga jika satu daerah berubah fisiknya maka dapat berpengaruh secara signifikan terhadap arus laut global, apalagi bagi Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa dan kota Makassar yang bangga menjadi pocci’nya Indonesia.

Perairan di pesisir pantai Makassar, khususnya di sekitar Panlos (pantai losari) tidak terlalu dinamis sehingga hotel, restoran, dan rumah sakit yang instalasi pipa limbahnya masuk ke perairan dapat menyumbang bahan cemar berbahaya. Cobalah berenang di pantai losari atau enduslah baunya saja di subuh hingga pagi hari dan rasakan aroma hotel, restoran, dan rumah sakit yang sesungguhnya. Para ekslegyudinvor kemudian dengan segala pengetahuannya merencanakan pengurungan atau reklamasi maka air yang mengandung bahan cemar tersebut tidak lagi punya jalan keluar. Prediksi saya wisma negara yang rencananya terletak di kawasan reklamasi tersebut akan terasa seperti sepatu mahal dari kulit tikus.

Berbicara tentang kerugian sebagai dampak dari reklamasi sesungguhnya dapat didekati, salah satunya melalui variabel bencana. Memang benar reklamasi akan mencegah abrasi dan mempercantik kota, seperti kata pakgub pada suatu waktu, namun dengan segala hormat apakah kita telah memikirkan bagaimana dampaknya terhadap daerah sekitar. Jangan sampai karena kita ingin mempersolek diri lantas kita justru mengirimkan bencana bagi daerah lain seperti yang terjadi di Kabupaten Demak.

Reklamasi Pantai Marina di Semarang mengakibatkan perubahan garis pantai di Kabupaten Demak, lahan yang tadinya digunakan untuk pertanian perlahan berubah menjadi laut. Belum lagi perubahan lingkungan yang terjadi pada daerah yang tanahnya dikeruk sebagai bahan timbunan ditambah lalu lintas truk pengangkut pasir yang menimbulkan polusi udara. Oleh karena itu dapat diketahui bersama bahwa keuntungan dari reklamasi hanya sementara mungkin sekitar 50 tahun setelah itu anak cucu akan menuai apa yang kita tabur.

Bulatnya tekad para pemimpin dan investor untuk melakukan reklamasi secara tidak sadar berpotensi menjadi luka bagi saudara kita di daerah lain. Dosa tersebut akan menjadi milik kita, utamanya warga kota Makassar, selama saudara kita yang terkena dampak reklamasi masih merasakan penderitaan akibat reklamasi karena sesungguhnya “sebagaimana kalian, demikian pula pemimpin kalian”.

 

Oleh:

Al-Fayed

 

[1] Eksekutif, legislatif, yudikatif, dan investor

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: