LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » JANGAN CENTANG KATEGORI INI » Membincangkan Kualitas Penyelenggaraan Akademik dalam World Class University (?)

Membincangkan Kualitas Penyelenggaraan Akademik dalam World Class University (?)

1457016740775

  1. Pengantar

Universitas ialah tempat bertemunya pikiran-pikiran besar (meeting of big minds) yang saling bertukar pandangan melalui debat, dialog, diskusi, publikasi, riset hingga polemik. Kurang lebih begitulah imajinasi sekelompok scholar terhadap universitas, yang oleh Steve Strogatz, professor bidang Matematika di Cornell University, diandaikan sebagai sebuah proses, transformasi dan evolusi yang takkan pernah berakhir. Namun seluruh proses akademis itu tentu membutuhkan kualitas sistem, tata-kelola maupun sumber daya manusia yang mumpuni.

Perguruan tinggi di Indonesia telah mengalami, setidaknya, transformasi baru dari segi institusional. Perubahan model dari institusi yang sebelumnya berada sepenuhnya dalam cengkraman Negara ketika masa Orde Baru, kini beralih dengan model otonomi dimana kampus memiliki kewenangan untuk mengelola urusan akademik dan non-akademiknya sendiri yang tidak sepenuhnya bergantung pada Negara. Beberapa kampus yang dianggap telah memenuhi syarat berhak untuk memperoleh status otonom, tak terkecuali Unhas (Universitas Hasanuddin).

Selain statusnya yang telah berubah menjadi PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum), beberapa tahun sebelumnya Unhas juga memperoleh akreditasi institusi dengan grade “A” dan sertifikasi ISO (International Standard Organization) 9001. Ini merupakan pertanda bahwa sekurang-kurangnya Unhas memiliki tata kelola organisasi dan institusi yang cemerlang, paling tidak untuk hal-hal yang berhubungan dengan urusan akademik.

Akan tetapi, fakta justru berkata lain. Hasil riset yang kami lakukan menunjukkan kalau proses penyelenggaraan akademik adalah keresahan terbesar mahasiswa Unhas saat ini diantara isu-isu lainnya. Riset tersebut seolah menjadi petunjuk bahwa belum ada korelasi positif antara kualitas penyelenggaran akademik dengan sekian label yang telah diperoleh Unhas. Lalu dilakukanlah riset lanjutan guna menginterogasi lebih lanjut pada bagian kualitas penyelenggaran akademik manakah di Unhas yang menjadi keprihatinan banyak mahasiswa?

Riset kali kedua mencakup lima variabel, yaitu SOP (Standard Operational Procedure) yang terdiri dari Otoritas fakultas, tata kelola administrasi dan kinerja staf akademik, otoritas dosen, kuliah lima tahun, kekerasan akademik hingga kemerosotan intelektual (Hasil riset terlampir). Masalah-masalah seperti fasilitas penyelenggaraan akademik, nepotisme dan intimidasi di dalam kelas, sampai pada belum adanya kejelasan prosedur terkait peminjaman fasilitas dan urusan administratif lainnya turut mendapatkan bagian dalam riset ini.

Di tengah angan-angan Unhas untuk menjadi World Class University, mempertanyakan kembali kualitas penyelenggaran akademik di Unhas adalah keharusan. Sebab proses akademik merupakan hal inti dalam institusi pendidikan tinggi. Dalam menghadapi kemungkinan untuk mempertanyakan kembali itulah seminar ini diadakan dengan tajuk “Membincangkan Kualitas Penyelenggaran Akademik Dalam World Class University (?)”.

Seminar ini akan berisi tentang, salah satunya, hasil riset yang telah kami lakukan. Dengan harapan, riset ini dapat dipandang dari ragam perspektif seputar proses penyelenggaraan akademik secara khusus, dan pendidikan pada umumnya, selain sebagai bahan evaluasi bagi pihak kampus agar dapat merefleksi diri untuk kebaikan bersama.

Adapun beberapa tema yang diharapkan dapat memperkaya hasil riset ini, yakni “Kualitas Penyelenggaraan Akademik di Unhas”. Kedua, “Riset Sebagai Alat Membangun Gerakan Sosial dan Mengiterupsi Kebijakan Kampus”. Tema ini diambil mengingat riset mesti bermuara pada sebuah langkah politis. Kedua tema diatas masing-masing akan dibawakan oleh satu narasumber.

Sementara itu, beberapa perspektif tentang kualitas penyelenggaraan akademik juga diharapkan dapat dipakai sebagai pandangan dalam melihat hasil riset tersebut secara holistik. Diantaranya: Philosophy of Education, Academic Leadership dan Academic Management, Academic Research, dan keselarasan antara kegiatan akademik dan kemahasiswaan. Beberapa perspektif inilah yang diharapkan dapat diberikan oleh penanggap diskusi yang diwakili dari sudut pandang pengambil kebijakan di Unhas, praktisi pendidikan maupun sudut pandang mahasiswa. Dengan begitu, kompleksitas masalah penyelenggaran pendidikan di Unhas dan perguruan tinggi pada umumnya, kurang lebih mampu dipandang secara paradigmatik.

  1. Tujuan
  2. Menjadi wadah curah gagas yang ilmiah sekaligus ajang merefleksi dan mengevaluasi proses penyelenggaraan akademik di Universitas Hasanuddin dan pendidikan tinggi pada umumnya.
  3. Memberi rekomendasi, masukan juga kritik terhadap pengambil kebijakan di Universitas Hasanuddin dalam menjalankan proses penyelenggaraan akademik.

 

  1. Waktu Dan Tempat

Waktu        : Kamis, 10 Maret 2016

Tempat      : Aula Prof. Matualada Fak. Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: