LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » 2016 » April

Monthly Archives: April 2016

YANG MELAHIRKAN OTONOMI DAN UNDANG-UNDANG PENDIDIKAN TINGGI

Poster UU PT

Undang-undang Pendidikan Tinggi (UU-PT) No. 12 tahun 2012 dan prinsip otonomi universitas tidak turun begitu saja dari langit. Tapi, ia merupakan proses sejarah yang dimenangkan, dan dihasilkan dari hasil riset panjang oleh Bank Dunia (World Bank), yang pada ujungnya memberikan hibah senilai USD, 73,12 M atau senilai Rp, 710 Milliar dengan kurs Rp, 9.175.

Tak ubahnya prinsip Bank yang pada umumnya kita ketahui, ada sederet syarat yang harus dipenuhi atas pinjaman yang akan diberikan. Namun sebelum kita membahas syarat tersebut, terlebih dahulu harus dijelaskan latar maupun konteks yang melahirkannya. Maka, kita mesti melirik sistem dan tata-kelola kampus di era orde Baru, sebelum reformasi 1998, dan tentu saja, sebelum reformasi pendidikan tinggi yang dimulai penggarapan konsepnya sejak tahun 2003, sebagai basis materil dari penelitian besar yang dilakukan oleh Bank Dunia.

Gambaran itu sekaligus akan menjadi jawaban atas pertanyaan “mengapa kampus mesti otonom?” yang dilihat dari kacamata Bank Dunia melalui hasil risetnya di negara-negara Asia Timur, termasuk Indonesia. Argumentasi ini kurang lebih diekstrak dari dua hasil laporan Bank Dunia: Putting Higher Education to Work: Skill and Research for Growth in East Asia (2012) dan I-MHERE (Indonesia Managing Higher Education for Relevancy and Efficiency): completion and report (2013). (lebih…)

Iklan

UNTUK KESEKIAN KALINYA, TOLAK PTNBH!

Kurang lebih selama dua tahun sejak bergantinya status Unhas dari BLU (Badan Layanan Umum) menjadi PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum), berbagai dampak negatif kian dirasakan oleh mahasiswa.

Mulai harga sewa kantin mace-mace yang perlahan melonjak, fasilitas koneksi internet (hotspot wi-fi) yang dipadamkan ketika sore menjelang, terbatasnya peminjaman fasilitas kampus seperti aula untuk malam hari, dan tentu saja pemberlakuan jam malam dengan dalih biaya listrik membengkak.

IMG_20160412_131925

Massa aksi Aliansi Unhas Bersatu di depan gedung Rektorat Unhas

Ruang-ruang hidup dan kreativitas di kampus pada gilirannya dijadikan sebagai sumber pendapatan. Konsekuensi kampus yang memperoleh status PTNBH ialah berkurangnya subsidi Negara, sebab kampus dinilai mampu untuk membiayai dirinya secara mandiri.

Maka, mau tidak mau Unhas mesti mengkomersialisasikan aset-asetnya, termasuk menerima lebih banyak mahasiswa Internasional hingga menaikkan biaya kuliah melalui UKT (Uang Kuliah Tunggal). Atau opsi lainnya dengan mengurangi jumlah mahasiswa dari golongan menengah kebawah yang masuk dalam UKT I-II dan menaikkan kuota untuk jalur non-subsidi (UKT IV-V).

Pelbagai masalah itulah yang menjadi alasan bagi Aliansi Unhas Bersatu, disingkat UBER, untuk kembali menggelar aksi menolak PTNBH, Selasa, 12 April 2015. Selain menuntut diadakannya dialog dengan rektor Unhas terkait PTNBH, aksi yang dimulai sekitar pukul 13:00 Wita ini juga merupakan ajang mengkampanyekan kembali (re-campaign) isu PTNBH yang menjadi titik tolak keresahan mahasiswa dan mengubah paras pendidikan, Unhas khususnya, menjadi ladang komersialisasi. (lebih…)

%d blogger menyukai ini: