LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » JANGAN CENTANG KATEGORI INI » UNTUK KESEKIAN KALINYA, TOLAK PTNBH!

UNTUK KESEKIAN KALINYA, TOLAK PTNBH!

Kurang lebih selama dua tahun sejak bergantinya status Unhas dari BLU (Badan Layanan Umum) menjadi PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum), berbagai dampak negatif kian dirasakan oleh mahasiswa.

Mulai harga sewa kantin mace-mace yang perlahan melonjak, fasilitas koneksi internet (hotspot wi-fi) yang dipadamkan ketika sore menjelang, terbatasnya peminjaman fasilitas kampus seperti aula untuk malam hari, dan tentu saja pemberlakuan jam malam dengan dalih biaya listrik membengkak.

IMG_20160412_131925

Massa aksi Aliansi Unhas Bersatu di depan gedung Rektorat Unhas

Ruang-ruang hidup dan kreativitas di kampus pada gilirannya dijadikan sebagai sumber pendapatan. Konsekuensi kampus yang memperoleh status PTNBH ialah berkurangnya subsidi Negara, sebab kampus dinilai mampu untuk membiayai dirinya secara mandiri.

Maka, mau tidak mau Unhas mesti mengkomersialisasikan aset-asetnya, termasuk menerima lebih banyak mahasiswa Internasional hingga menaikkan biaya kuliah melalui UKT (Uang Kuliah Tunggal). Atau opsi lainnya dengan mengurangi jumlah mahasiswa dari golongan menengah kebawah yang masuk dalam UKT I-II dan menaikkan kuota untuk jalur non-subsidi (UKT IV-V).

Pelbagai masalah itulah yang menjadi alasan bagi Aliansi Unhas Bersatu, disingkat UBER, untuk kembali menggelar aksi menolak PTNBH, Selasa, 12 April 2015. Selain menuntut diadakannya dialog dengan rektor Unhas terkait PTNBH, aksi yang dimulai sekitar pukul 13:00 Wita ini juga merupakan ajang mengkampanyekan kembali (re-campaign) isu PTNBH yang menjadi titik tolak keresahan mahasiswa dan mengubah paras pendidikan, Unhas khususnya, menjadi ladang komersialisasi.

PTNBH yang merupakan turunan dari UU-PT (Undang Undang Pendidikan Tinggi) mengandung kekeliruan berpikir dalam menilai mutu pendidikan. Keberadaan otonomi sebagai model tata-kelola seolah merupakan jalan keluar atas problem pendidikan yang kita hadapi saat ini. Toh, nyatanya, dalam riset yang diadakan LAW Unhas beberapa waktu lalu, dosen yang melakukan praktik nepotisme memperoleh persentasi sekitar 66 persen.

IMG_20160412_141325

Wakil Rektor III Unhas menanggapi tuntutan massa aksi

Sewaktu masa aksi tiba di titik aksi pertama, yaitu gedung rektorat Unhas, perwakilan masing-masing organ menyampaikan orasi ilmiahnya masing-masing. Namun sayangnya, rektor Unhas sebagai sasaran tuntutan tidak berada di tempat. Massa aksi pun dihadapi oleh wakil rektor III, setelah satu setengah jam berlalu.

“Ada dua pilihan bagi mahasiswa Unhas untuk PTNBH, menolak atau menerima. Unhas telah diberikan amanah untuk PTNBH. Adek-adek bisa melakukan judicial review kalau mau menolak PTNBH”, kata wakil rektor III Unhas.

Tak dianggap memberikan solusi dan masukan berarti, massa aksi pun melanjutkan kampanyenya di pintu I Unhas, setelah menuntut pihak rektorat untuk melakukan dialog publik pada 14 April nanti. Sekitar pukul 15:30 Wita, aksi demonstrasi kali ini ditutup oleh koordinator lapangan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: