LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » Muhammad Rusydi Ashri » MAKASSAR TIDAK LAGI MILIK KOTA DAENG.

MAKASSAR TIDAK LAGI MILIK KOTA DAENG.

Oleh: Muhammad Rusydi.

Selasa 10 Mei 2016. Suasana ruang sidang utama Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar kali ini agak berbeda. Kursi-kursi pengunjung sidang hampir terisi penuh oleh mahasiswa, wartawan, pengacara, dan warga kecamatan Mariso. Mereka turut memantau proses persidangan sengketa Reklamasi Pantai Losari. Sidang kali ini dimulai sejak pukul 10:33 Wita dengan agenda pemeriksaan saksi fakta oleh majelis hakim.

P_20160510_110834.jpg

Saksi-saksi dalam persidangan

Saat proses pemeriksaan saksi fakta, Dg. Bollo (salah satu warga kecamatan Mariso yang tergusur akibat Mega-Proyek yang dilakukan PT . Yasmin Bumi Asri) tak bisa menahan harunya saat mengatakan ‘’tidak tauma’ mau bikin apa, rumahku digusur, mauka cari ikan, kerang, rumput laut, kepiting jadi tidak bisami, sudah ditimbun semuami. Sejak tiga tahun lalu, ujarnya dengan sesekali terisak.

Pengajuan kasus Rekalamasi di Pantai Losari ke PTUN Makassar dikarenakan Mega-proyek Center Of Point Indonesia (COI) di Wilayah Makassar, dinilai cacat Prosedur. Saat dimintai keterangan Ainil Ma’sura, Penasehat Hukum penggugat mengatakan “Menurut Pemprov Sul-Sel Reklamasi di Pantai Losari dilakukan karena sudah mengantongi izin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), tetapi setelah Pihak Walhi menyurat ke KKP, KKP menyatakan bahwa belum memberikan izin Reklamasi, sebelum Pemprov Sul-Sel membuat Perda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K)’’

Terkait dengan tergusurnya 43 Kepala Keluarga yang meninggali tanah tersebut sejak tahun 1977 namun tidak memiliki sertifikat kepemilikan tanah . Pemprov Sul-Sel telah menyalahi aturan. Karena tindakan beberapa warga dapat dibenarkan oleh UU 27 tahun 2007, mengenai pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil terkait dengan sifat pekerjaan yang dimilikinya.

Di ruangan cukup megah itu, ada beberapa warga mengadu tidak tahu dengan apa yang sedang mereka lakukan. Yang mereka tahu hanya bagaimana mereka dapat kembali ke rumahnya dan kembali melaut; mencari ikan. Begitulah nyatanya orang yang dipinggiran, yang sama sekali kurang paham dengan semak-belukar dunia peradilan.

 

P_20160510_104558.jpg

Pengunjung yang menghadiri sidang

 

P_20160510_110740.jpg

Suasana pada saat persidangan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: