LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » Berita Advokasi » Kantin Dibangun, Pedagang Ditidurkan

Kantin Dibangun, Pedagang Ditidurkan

Oleh Muhammad Sabir Anwar

Rabu, 22 Juni 2016, suasana di ruang tunggu lantai 8 gedung rektorat Universitas Hasanuddin (Unhas) nampak lengang ketika 8 orang mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Unhas Bersatu tengah menunggu untuk dimulainya dialog yang berkaitan dengan isu pengalihfungsian kantin Jasa Boga Pertanian (JASPER) menjadi ruang dekanat Fakultas Peternakan.

Akhirnya setelah dibuat menunggu sekitar satu jam, barulah datang seorang staf rektor untuk mempersilahkan memasuki ruang rapat. Di dalam ruang rapat terlihat para pimpinan fakultas dari wilayah Agrokompleks. Nampaknya baru saja terjadi pertemuan yang entah membahas tentang apa. Dialog pun dimulai dengan dihadiri oleh Rektor Unhas, Dekan Fakultas Peternakan, Direktur Biro Aset, dan tentunya 8 orang perwakilan mahasiswa.

“Kalian melihat ada yang aneh tidak?”, kata Bu Rektor mengawali dialog untuk menggambarkan kondisi kantin Jasper yang kumuh dan tidak memiliki tata kelola yang baik.

Salah seorang perwakilan mahasiswa pun menanggapi bahwa memang dari segi estetika mungkin kantin JASPER agak kurang terawat namun mahasiswa mau tidak mau harus makan di tempat itu karena lokasinya yang dianggap paling ideal dan sangat mudah untuk diakses.

Dialog pun berlanjut dengan suasana yang kondusif. Menurut Rektor, kantin dan ruang dekanat merupakan dua hal yang sama pentingnya namun ruang dekanat harus tetap menjadi prioritas utama mengingat rasio ruang dosen yang belum memenuhi standar pendidikan sedangkan kantin hanya sarana pendukung yang tidak masuk dalam kriteria penilaian terhadap universitas.

20160624_112952.jpg

Kantin JASPER Unhas

Adapun persoalan ruang kantin, akan diadakan pembangunan di lokasi lain dekat kantin lama. Namun untuk persoalan relokasi pedagang sebelum pembangunan rampung, beliau tidak dapat menjamin mampu menyediakan tempat sementara bagi pedagang untuk tetap menjalankan aktifitasnya.

Setelah pembangunan kantin baru selesai, rektor memberi jaminan bahwa yang akan ditempatkan untuk berjualan adalah pedagang yang lama. “Selama pembangunan saya belum tahu apakah akan ada relokasi karena tidak ada tempat untuk menampung, yang jelas kami akan menyediakan tempat dengan konsep baru yang lebih baik dan orang yang ada adalah orang yang dulu”, tegas Ibu Rektor.

Pihak mahasiswa pun memberikan opsi untuk menempatkan pedagang secara menyebar di kantin-kantin yang lain. Namun hal itu nampaknya agak sulit. “Sekarang kantin di Unhas itu full, banyak yang daftar tapi tidak diterima lagi”, kata Direktur Aset.  Jika melihat pengalaman sebelumnya seperti saat pembangunan di kantin JASBOG, memang para penjual diberhentikan sementara sebelum pembangunan rampung.

Dialog pun berakhir dengan menyisakan rasa tidak puas di pihak mahasiswa. Bagaimana tidak, harapan mereka agar para pedagang dapat direlokasi sementara, tidak dapat dipenuhi rektor. Meskipun tuntutan yang kedua yaitu penempatan kembali pedagang yang lama jika pembangunan kantin yang baru sudah rampung telah dijamin oleh rektor.

Disatu sisi, kita melihat pembangunan di Unhas selalu “molor” dari jadwal yang direncanakan. Sehingga tidak ada kepastian tentang kapan pembangunan kantin JASPER baru akan rampung dan pedagang kembali berjualan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: