LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » JANGAN CENTANG KATEGORI INI » Indonesia rasa Amerika

Indonesia rasa Amerika

oleh Melisa Anggraini

PicsArt_11-12-08.25.45.jpg

Masih terasa segar di ingatan perdebatan antara seorang narasumber dan peserta di suatu kegiatan bahwasanya pendidikan mendikotomikan ilmu itu (baca feminisme;barat) tidak dapat diimplementasikan di negara kita. Narasumber segera menyanggah untuk meluruskan, bahwa kebanyakan hal yang kita miliki baik itu ilmu (teori) dan sistem yang kita jalankan sekarang tidak lepas dari pengaruh barat.

“I think you losing your culture cause we dont see anything of the past, you a bit of american way consuming.”

Yah, benar hal – hal yang kita pelajari sekarang ini adalah produk – produk barat, yang kita sesuaikan dengan keadaan negara kita. Hal lainnya lagi orang – orang yang begitu memuja – muja budaya populer western countries, salah satunya Amerika sebagai kiblat gaya hidup yang sekaligus juga konsumtif, seperti kata seorang turis asing berkebangsaan Perancis yang sempat berkunjung ke Makassar dua tahun lalu“I think you losing your culture cause we dont see anything of the past, you a bit of american way consuming.”

Teman gadis yang saya ajak bercengkrama beberapa minggu lalu, bercerita tentang betapa mengagumkannya Indonesia dengan ragam budaya serta bahasa daerah yang ia miliki, walaupun dia beranggapan bahwa sebagian orang Indonesia seperti lupa kacang pada kulitnya. Tetapi gadis tadi mengagumi Soe Hok Gie yang dapat dilihat dari fisik berkebangsaan Tionghoa tetapi sangat cinta tanah air kita. Ia beropini bahwa sungguh hebat negara kita dengan ragam budayanya, dan akan sangat indah jika kehidupan sehari – hari kita mengenakan baju adat, serta kita sebenarnya lebih maju ketimbang western countries. Seperti kita lebih dulu mengenal aksara, seperti di Sulawesi Selatan dengan Lontara-nya.

Indonesia saat ini dapat dikatakan konsumtif, Kenapa ? Karena kita adalah pasar bagi para pemodal – pemodal itu. Belum lagi televisi dengan berbagai varian ideal cantik dan tampan yang ia tayangkan, yang membuat kita semakin beringas untuk merubah penampilan serta kocek dalam – dalam untuk menjadi apa yang diinginkan pasar. Majalah, surat kabar, tabloid serta media online, yang terus menerus memproduksi gambaran kehidupan serta budaya ideal yang berasal dari Western Countries yang menghegemoni kita untuk terus berpartisipasi aktif dalam memberikan kekayaan bagi si para elite. Yah kepudaran budaya kita tak luput juga dari sistem kapitalisme.

Lihat saja, anak – anak muda kita sekarang, karena terlalu sering berkiblat ke Amerika, seperti kasus Awkarin dan Anya G yang mengupload video kegiatan berpacarannya dan sempat menjadi viral didunia maya, dengan tagline #relationshipgoals menampilkan kehidupan yang so American or we can say so Western. Yah dan segeralah remaja – remaja kita berlomba – lomba agar se-mirip mungkin dengan gaya pacarannya seperti Awkarin dan Anya G yang telah menjadi idola bagi mereka. Dan lagi, pertanyaan mencuat kemana hilangnya budaya kita? Kemana?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: