LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » Berita Advokasi » Mini Coaching “Menulis reportase advokasi”

Mini Coaching “Menulis reportase advokasi”

Oleh Nurfadilla

PicsArt_11-11-08.40.58.jpg

(Makassar-LAW Unhas) Jumat, 11 November 2016,  Lingkar Advokasi Mahasiswa Unhas (LAW Unhas) mengadakan sebuah mini coaching “Menulis Reportase Advokasi” yang difasilitasi oleh Fikri Ashri. Kelas ini berlangsung di sekretariat LAW Unhas dengan tujuan melatih anggota dalam menuliskan reportase advokasi. Menurut fasilitator, menulis memiliki peran penting dan substantif  dalam sebuah gerakan advokasi.

Dalam menulis sebuah gagasan pada berita, harus memperhatikan hal yang penting dan menarik dari gagasan tersebut.

   Sebelum memasuki materi, fasilitator mengarahkan peserta diskusi untuk mencari lawan bicara (red: pasangan). Tujuannya, untuk mengulas ide atau gagasan yang ada pada lawan bicara kita, waktu yang diberikan sekitar 10 menit. Nah, setelah itu beberapa peserta kemudian diminta untuk menuliskan gagasan lawan bicaranya. Menurut Fikri, dalam menulis sebuah gagasan pada berita, harus memperhatikan hal yang penting dan menarik dari gagasan tersebut. Selanjutnya, fokus pada  gagasan tersebut lalu gali informasi lebih dalam.

IMG_20161111_221937.jpg

Kemudian dengan gaya yang santai, fasilitator menyampaikan konsep menarik dan mudah dalam menulis sebuah reportase, yaitu dengan menggunakan rumus Piramida Terbalik. Konsep ini kemudian menjadi mudah dan menarik karena di awal paragraf, pembaca akan disuguhi isi berita yang ingin disampaikan.  Untuk lebih jelasnya saya akan menguraikan konsep piramida terbalik tersebut, yang terdiri atas tiga bagian, yaitu:

  1. Lead

Lead merupakan bagian klimaks atau inti persoalan. Jadi apa yang paling penting dan paling utama dari informasi itulah yang diletakkan pada paragraf awal. Sehingga khalayak sudah bisa memahami atau menangkap maksud berita tersebut hanya dengan membaca atau mendengar alinea pertama saja. Jadi, tanpa membaca habis informasi yang disuguhkan, pembaca sudah bisa menangkap poin penting dari tulisan.

  1. Deskripsi

Pada bagian berikutnya, isinya berupa penggambaran suasana peristiwa, dukungan fakta-fakta detail lainnya yang melengkapi paragraf awal. Pada bagian ini juga dijabarkan latar belakang peristiwa serta memberi gambaran lebih luas sekitar sebab-sebab peristiwa.

  1. Pendukung

Pendukung pada bagian ini adalah uraian fakta-fakta lainnya yang merupakan pelengkap. Bagian ini dicatat sebagai bagian yang tidak terlalu penting dibandingkan dengan alinea sebelumnya. Karena itu, biasanya bagian inilah yang akan dibuang dengan alasan bagian ini tidak mengurangi pemahaman khalayak pembaca atas inti materi yang diberitakan.

Setelah memberikan konsep piramida terbalik tersebut dan memberikan simulasi kasus pengelolaan dan KKN Gelombang 93 Unhas, fasilitator kemudian meminta kepada peserta diskusi untuk menulis reportase singkat terkait kasus tersebut. Setelah itu, beberapa reportase singkat tersebut dibedah untuk mengetahui struktur penulisan beritanya. Menurut fasilitator, reportase memuat penjelasan singkat yaitu 5W+1H. Dalam sebuah kasus advokasi harus berisi laporan perkembangan kasus yang ditangani dan reportase advokasi juga harus berpihak pada kasus apa yang sedang ditangani.

Menurut pemaparan dari fasilitator, ada dua cara yang digunakan untuk merilis suatu berita, yang pertama, cover both side yaitu penulis harus melihat dari dua sudut pandang, artinya perlakuan adil terhadap semua pihak yang menjadi objek berita atau disebut juga dengan pemberitaan yang berimbang. Kita harus menampilkan semua fakta dan sudut pandang yang relevan dari masalah yang diberitakan. Sedangkan yang kedua, adalah cover all side, artinya melihat suatu berita dari segala sudut pandang sehingga makna dari sebuah berita bersifat holistik.

Di akhir kelas, fasilitator membongkar cara terampuh menulis yang dia pelajari “Cara paling ampuh untuk bisa menulis, yaitu dengan menulis ” Tutup Fikri.

 

“Orang bisa pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”

–Pramoedya Ananta Toer-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: