LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » 2016 » Desember

Monthly Archives: Desember 2016

Hak Kami Untuk Tahu!!! [Laporan hasil audiensi dengan pihak UPT KKN Unhas]

Oleh Tim Riset Unhas Bersatu

Unha.png

 

1. Dana sejumlah Rp 606.000 adalah laporan anggaran dr UPT KKN namun menurut tim riset seperti “LPJ fiktif” yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Bentuk rincian dana tersebut serupa dengan rincian dana tahun lalu, namun pihak UPT menampik dengan memberikan contoh rincian perbandingan harga baju dulu Rp 60.000 sekarang sudah lebih Rp 100.000.

2. Dana Rp 606.000 belum termasuk biaya hidup jadi kalau ditambahkan biaya hidup sebanyak Rp 250.000 maka total rincian sebanyam Rp 856.000. Apabila dikurangi dana pada point 1&2 (rincian anggaran pelaksanaan KKN Gel. 93) senilai Rp 211.000 maka diperoleh Rp 645.000 (kurang Rp. 5000 dari total yang dibayarkan sebesar Rp 650.000)

3. Dana angkatan KKN 93 akan dikembalikan biaya hidup sebesar Rp 250.000 namun belum ada jaminan terkait waktu pencairan.

4. Pihak UPT KKN berdalih tidak mungkin Korupsi karena uang yang disetor mahasiswa masuk melalui rekening rektor Unhas. Pihak UPT KKN hanya dapat mengambil uang tersebut apabila mereka memasukkan anggaran biaya yang dibutuhkan dan bukti pembayaran penggunaan anggaran.

5. Hal yg perlu dipertanyakan masalah biaya pembekalan yg menurut pedoman KKN dibayarkan oleh Universitas. Namun, UPT KKN mengaku mereka membayar sewa gedung tersebut. Padahal aset Universitas jika dipinjam atas dasar kegiatan akademik (termasuk KKN) tidak dipungut biaya sama sekali.

6. Menurut UPT KKN, Keterlambatan pengeluaran nilai disebabkan kurangnya personil dalam mengerjakan tugas tersebut.

Demikian laporan ini dibuat, mari bergerak bersama dalam menuntut pihak Universitas Hasanuddin lebih transparan dan akuntabel.

 

 

Iklan

YUK DUKUNG YUSNIAR

oleh KOPIDEMO (Koalisi Peduli Demokrasi)

“Yusniar tidak salah, Jangan Bungkam suara Perempuan”

SAVE YUSNIAR.png

Alhamdulillah Akhirnya Selesai Jg Masalahnya. Anggota Dpr Tol*, pengacara Tol* Mau Na Bantu Orang Yg bersalah..Nyata2nya Tanahnya Ortuku Pergiko Ganggu2i Poenk…” Inilah sepenggal kalimat dalam beranda facebook Yusniar yang membawanya masuk ke dalam jeruji.

Tersinggung dengan status no mention tersebut, seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Daerah Jeneponto Sudirman Sijaya dari Fraksi Gerindra melaporkan Yusniar (pemilik akun facebook) ke Polrestabes Makassar dengan tuduhan pencemaran nama baik, yang termuat dalam UU ITE Pasal 27 ayat (3).

Sangat mencengangkan, jika sekiranya oknum anggota DPR yang juga sebagai seorang pengacara ini merasa dirinya cerdas, maka dia tidak akan tersinggung sebab tidak ada nama dalam status tersebut. Siapa pula yang sepakat bahwa membantu orang yang bersalah adalah perbuatan yang benar??

Lagi-lagi UU ITE ini mencerminkan wataknya yang hendak membungkam Suara Rakyat, menutup kebebasan berekspresi setiap warga masyarakat.

Dalam hukum, reputasi dan nama baik seseorang patut dihormati, dan itu tidak salah. Namun, pada kenyataannya, ketentuan pencemaran nama baik, yang saat ini terdapat dalam KUHP ataupun UU ITE, lebih banyak digunakan oleh pejabat negara atau tokoh masyarakat dan bukan oleh masyarakat kebanyakan.

Jika dilihat dari budaya makassar kata tolo bukanlah kata yang mengandung unsur penghinaan, melainkan sebagai simbol budaya yang sudah sangat lazim di gunakan sebagai bahasa gaul dikalangan remaja dan anak-anak. Bisa di bayangkan jika kita mengajak teman untuk makan atau minum kopi sambil berkata “ayo pergi makan atau minum kopi tolo…” tiba-tiba sang teman melaporkan hal itu ke polisi. WASPADALAH… !!!

Hari ini Yusniar, besok bisa jadi Anda !!!

#SaveYusniar

#HapuskanPasalKaretUUITE

#JanganBungkamSuaraPerempuan

#MakassarDaruratDemokrasi

#WujudkanDemokrasiSejati

Ikuti perkembangan kasusnya dibawah ini

https://www.facebook.com/Kopidemo-193146571090239/?ref=br_rs

%d blogger menyukai ini: