LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » JANGAN CENTANG KATEGORI INI » DIALEKTIKA KONSEP DAN KONTEKS

DIALEKTIKA KONSEP DAN KONTEKS

Oleh Nasrullah Mappatang

Pegiat SEKOLAH SASTRA DAN BUDAYA (SKOLASTRA)

 

sociologia.png

Kita sering tergelincir dalam hal menganalisis sebuah perihal. Banyak pihak sering menganggap melakukan sebuah analisis padahal sebenarnya hanyalah menyampaikan pemasangan berdasarkan subjektivitasnya saja. Dalam artinlain, hanya menyampaikan apa yang ingin dikatakannya saja. Padahal, persoalan analisis adalah persoalan bagaimana sebuah konsep digunakan dalam melihat, memandang, dan atau menilai sebuah konteks persoalan.

Para ahli dalam perihal kebenaran metodis ilmu pengetahuan mengatakan bahwa sebuah analisis dilakukan jika terjadi sebuah masalah. Sementara itu, masalah dalam pengertian ilmu pengetahuan adalah “gap” antara idealitas konseptual dan kenyataan faktual. Dalam istilah lain, masalah adalah posisi atau jarak antara yang seharusnya dengan kenyataan.

Pertanyaan mengenai apa, bagaimana dan mengapa untuk posisi antara idealitas dengan kenyataan tersebut adalah sebuah pertanyaan penelitian untuk menjawab sebuah (rumusan) masalah dalam rangka menemukan sebuah jawaban melalui sebuah metode yang dianggap sah dalam metodologi ilmu pengetahuan.

Konsep merujuk pada hal hal kerumunan yang disepakati menjadi sesuatu yang ideal. sementara konteks merujuk pada kekhususan kasuistik yang dinilai sebagai sebuah wujud kenyataan. Kesenjangan antara yang ideal dan yang nyata itulah ruang analisis berada. Disitulah teori, dalil, petuah, petatah petitih menemukan ruang untuk digunakan sebagai “alat” analisis.

Proses dan mekanisme/cara penggunaan alat tersebut disebut sebagai metode. Dan, ilmu tentang bagaimana metode tersebut digunakan yang seringkali memuat perihal perspektif dan paradigma disebut metodologi. Sehingga, lazim disampaikan bahwa pemilihan sebuah perspektif dan alat analisis berupa cara pandang, paradigma, serta teori melahirkan sebuah “konsekuensi metodologis”.

Pada akhirnya, kita bisa memahami bahwa dialektika antara konsep dan konteks merupakan sebuah hubungan atau relasi yang saling berkaitan secara dialektika. Konsep teori atau cara pandang sebuah alat analisis akan dinilai tidak relevan lagi atau tidak lagi mampu menyelesaikan persoalan ketika sebuah rumisan masalah pada konteks faktual tidak mampu lagi dijawab oleh sebuah konsep teoritik, dalil, maupun sebuah idealitas ide. Begitupun konteks, konteks dapat ditafsir, dianalisis oleh sebuah konsep lebih dari satu konsep. Tergantung sudut pandang mana ingin dianalisis dan tergantung rumusan masalah apa yang ditanyakan sebagai sebuah pertanyaan penelitian.

Jadi, soal analisis adalah soal bagaimana menjawab kesenjangan antara konsep dan konteks yang mengandung dan menelurkan sebuah “masalah”. Dalam singkat kata, analisis muncul ketika ada persoalan atau permasalahan yang ingin dipecahkan atau ingin dijawab. Dalam perihal ini, ilmu pengetahuan hadir sebagai pemberi solusi atau jalan keluar terhadap persoalan yang sedang dihadapi oleh umat mausia dannjuga alam semesta.

*Ditulis untuk bahan diskusi dan kajian filsafat ilmu SKOLASTRA

Diposting kembali demi tujuan pendidikan

Sumber Gambar : Google Image

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: