LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » JANGAN CENTANG KATEGORI INI » TAN MALAKA dan KPK

TAN MALAKA dan KPK

Oleh Muhammad Amri

19989282_1258651634243884_6071712692063919155_n.jpg

 

Menonton Tan Malaka di mata Najwa sedikitnya memberikan angin segar ditengah brengseknya tindakan “pengambilalihan” KPK beberapa bulan terakhir di tahun ini.

Saya kira, upaya angket sebagian DPR sudah terang ujung tujuannya. Mengingat pansus angket memiliki track record panjang yang kerap akrab dengan tindak korup, maka dominasi pengaruh ke dalam KPK penting segera mereka lakukan. Jika tidak, maka hobi korup mereka kedepannya akan semakin sulit dilakukan. Selain karena KPK telah menjadi lembaga terfavorit rakyat negeri ini, para calon pemimpin di babakan sejarah selanjutnya sudah semakin muak akibat dampak ketimpangan sosial dari hobi korup tersebut. Tsamara amany di ILC kemarin mungkin tidak bisa mereprentasikan anak muda negeri ini, setidaknya dia bisa merepresentasikan harapan akan indonesia yang lebih jujur, adil dan berpihak pada rakyat tertindas, tidak menjadi Indonesia karatan seperti yang direpresentasikan Fahri Hamzah dan kroni-kroninya dengan coba melanjutkan Status Quo hobi korupsi. Kalau bersih ngapain risih? Upsss…

Memang butuh jalan memutar panjang meruntuhkan hobi korupsi ini, 15 tahun belum cukup melakukan transendensi kesadaran secara signifikan, melihat hobi korup ini masih banyak peminatnya, maka kita masih butuh KPK.

Nah, mata najwa tadi mengangkat sang bapak republik yang namanya ditenggelamkan dalam pusaran. Kedekatannya dengan komintern serta kebenciannya terhadap kolonial dan kapitalisme global menjadi alasan mengapa Tan dihapus dalam memori sejarah. Siapa-siapa yang mencoba menghambat dominasi masyarakat politik dalam bahasa Gramsci, maka bukan hanya tindakan koersif belaka, bila perlu tindakan represif akan dilakukan.

Baik Tan Malaka maupun KPK, keduanya memiliki konsep serta praktik yang mengancam kelas dominan, yakni kelas bursuasi yang berkarib dengan pemerintah. Maka, jika KPK tidak ingin dikontrol oleh si bursuasi ini, maka KPK mesti dihilangkan sebagaimana Tan dihilangkan. Dalam catatan Ulla Nasrullah Mappatang, saya bersepakat negara ini akan terus melanjutkan Tradisinya sebagai negara Malin Kundang. Cilaka betul!!! Prett…

Bacaan Pemerkaya

BELAJAR DARI (KISAH) TAN MALAKA

Sumber gambar : Fanspage Aktivisual

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: