LINGKAR ADVOKASI MAHASISWA UNHAS

Beranda » 2012 » Mei

Monthly Archives: Mei 2012

Kronologi Aksi Pedagang Pintu Nol Unhas (versi lengkap)

Lagi. Kampus Universitas Hasanuddin Mengusik pedagang-pedagang kecil dan menengah di sekitar jalan politeknik, atau lebih sering kita kenal dengan sebutan workshop. seperti beberapa waktu sebelumnya ditahun 2010, beredar desas desus dikalangan pedagang bahwa pihak kampus akan segerea menggusur pedagang-pedagang yang berjualan di area tersebut. Namun pada saat itu, melalui aksi frontal, pedagang-pedagang yang didukung oleh mahasiswa dan masyarakat sekitar berhasil menggagalkan atau lebih tepatnya menunda pelaksanaan penggusuran tersebut.

Kali ini, pihak kampus unhas kembali melemparkan isu yang sama yang disampaikan melalui beberapa surat panggilan pertemuan. Namun kali ini sedikit lebih perlahan. Pihak kampus tak secara langsung mengeluarkan pernyataan akan ‘menggusur’, tetapi memberlakukan sewa yang menurut para pedagang sangat memberatkan, ditambah lagi larangan menjual pada siang hari yang berarti waktu berjualan para pedagang semakin dikurangi dan secara otomatis akan berdampak pada penghasilan mereka secara langsung. Dengan demikian pedagang yang merasa tidak mampu untuk memenuhi kebijakan itu akan dengan sendirinya angkat kaki dari tempat mereka berjualan sekarang. Entah kemana.

Menanggapi rencana rektorat yang akan segera memberlakukan ‘ke(tidak)bijakan’nya, pedagang-pedagang di sekitar pintu nol kembali merapatkan barisan untuk menyampaikan suara mereka yang selama ini dibungkam. Setelah melakukan pertemuan sebelumnya, para pedagang yang terhimpun dalam Forum Pedagang Kaki Lima Jl. Politeknik (FPKLP) menyepakati untuk melakukan aksi di depan rektorat pada hari Senin, 28 mei 2012 untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Mulai dari pukul 09.00 pagi para pedagang dan mahasiswa berkumpul di salah satu warung pedagang di area workshop sembari menunggu massa aksi yang belum datang. Setelah kurang lebih 1 jam menunggu, dengan jumlah yang ada massa bergerak mengitari area workshop untuk menggalang dukungan dari pedagang lain dan masyarakat serta mahasiswa yang ada di sekitar workshop. massa aksi mulai bergerak kearah rektorat sekitar pukul 11.01, diiringi dengan seruan ajakan dan orasi dari pedagang dan mahasiswa.

Kurang lebih berjalan selama 15 menit, massa aksi akhirnya tiba di pelataran rektorat lalu kemuadian menyampaikan orasi. Aksi pedagang kali ini hanya menuntut untuk di pertemukan langsung dengan pihak birokrasi yang berwenang mengeluarkan perintah yaitu Rekor atau WR II untuk mengklarifikasi apakah benar kebijkan tersebut dikeluarkan oleh pihak kampus atau hanya oleh oknum menengah ke bawah. Karena negosiator dari massa aksi tak berhasil memanggil pihak birokrasi untuk turun, maka akhirnya pertemuan dilakukan di ruang rapat di lantai 3 yang dihadiri oleh beberapa perwakilan dari FPKLP, mahasiswa, kepala biro TU & RT, WR I dan WR II.

Setelah berdebat selama kurang lebih 1 jam, negosiasi akhirnya selesai pada pukul 13.50, dan menghasilkan beberapa kesepakatan yang kemudian diumumkan oleh salah satu massa yang hadir di ruang negosiasi. Adapun kesepakatan tersebut angtara lain;

  1. Belum akan ada penggusuran dan sewa menyewa untuk pedagang
  2. Akan diadakan mapping wilayah-wilayah dan masalah-masalah pedagang yang dilakukan oleh tim gabungan Rektorat dan FPKLP
  3. Dari hasil mapping akan disusun konsep bersama
  4. Pedagang dan warga sepakat untuk membersihkan daerah sekitar tempat berdagang.

Pada pukul 14.00  massa aksi kemudian membubarkan diri dari rektorat dengan tertib lalu kemudian berkumpul di salah satu warung milik pedagang untuk makan siang bersama.

 

Iklan

Reportase Penggusuran Pintu Nol Unhas

Assalamualaikum Wr. Wb.

Salam Perjuangan!!!

Setelah melakukan aksi bersama dengan mahasiswa Unhas yang memusatkan titik aksi di rektorat unhas pada tanggal 28 Mei 2012, maka Forum Pedangang Kaki Lima Pintu Nol (FPKLP) akhirnya dapat bernegoisasi langsung dengan pihak rektorat unhas yang diwakili oleh Wakil Rektor 1 dan Wakil Rektor II. Adapun hasil negoisasinya adalah sebagai berikut ;

  1. Belum akan ada penggusuran dan sewa menyewa untuk pedagang
  2. Akan diadakan mapping wilayah-wilayah dan masalah-masalah pedagang yang dilakukan oleh tim gabungan Rektorat dan FPKLP
  3. Dari hasil mapping akan disusun konsep bersama
  4. Pedagang dan warga sepakat untuk membersihkan daerah sekitar tempat berdagang

Demikian reportase ini dibuat sebagai deskripsi dari perkembangan kasus Penggusuran Pintu Nol Unhas, semoga bermanfaat.

Berjuang atau Lapar!!!

Salam Advokasi!!!

Penggusuran Pintu Nol Unhas

Video ini menggambarkan kondisi Kawasan Pintu Nol yang merupakan kawasan perdagangan yang memiliki peran penting dalam menghidupi mahasiswa Unhas Makassar

Reportase Sengketa Tanah Warga Buloa

Assalamualaikum Wr. Wb.

Salam Perjuangan!!!

Setelah beberapa hari melakukan negoisasi dengan Bu Ros yang dimediasi oleh pemerintah setempat (Kecamatan.red), masyarakat Buloa-Tallo memutuskan untuk melapor ke kepolisian Polsek Tallo, adapun poin-poin penting dari advokasi yang dilakukan pada tanggal 28 Mei 2012 adalah sebagai berikut ;

  1. Forum Warga Buloa sudah menyurat ke Kapolsek Tallo terkait pemagaran yang mengganggu akses warga
  2. Kapolsek akan menyurat ke Bu Ros untuk menghentikan pemagaran terkait dengan pengaduan warga. Kapolsek akan menyurat pada tanggal 29 Mei 2012 (satu hari pasca pengaduan)

Demikian reportase ini sebagai deskripsi perkembangan kasus Sengketa Tanah Buloa-Tallo.

Salam advokasi!!!

Sengketa Tanah Warga Buloa, Tallo

KASUS SALING KLAIM TANAH
DESA BULOA RT 002 KECAMATAN TALLO
MAKASSAR

Data Kasus
Lokasi : Desa Buloa RT 002 Kec.Tallo
Makassar
Dasar Hak Tanah : Laut yang surut, tanah pemerintah yang melewati
daluarsa
Pihak yang terlibat : Hj. Ros (Istri alm.Ghazali) dan Warga Buloa Kec. Tallo (sekitar 300an KK)

A. Sejarah Tanah

Tanah tersebut awalnya merupakan wilayah lautan yang surut akibat adanya pengerukan di sekitar muara sungai Tallo. Wilayah ini berada di depan banteng Tallo. Endapan pasir membentuk daratan dan dihuni oleh warga, baik dari RT 001 maupun pendatang. Warga disana sudah menghuni tanah tersebut kurang lebih 20 tahun lamanya. (lebih…)

Kronologi dan Tuntutan Aksi Mogok Kerja Pegawai NAV Makassar

AKSI MOGOK, SWIPING DAN PENUNTUTAN HAK PEKERJA

RUMAH BERNYANYI “NAV”

Kronologi aksi 24 Mei 2012
Sebelumnya, suara-suara bising menggema dari seluk beluk ruangan rumah bernyanyi NAV yang berasal dari para pengunjung. Namun kali ini suara bising terdengar dari luar NAV, bahkan lebih bising berisi teriakan-teriakan menggugat dari para pekerja NAV. Mulai pukul 10.00 pagi para pekerja yang tergabung dalam KONFEDERASI SERIKAT PEKERJA INDONESIA (KSPI) mulai menyisir setiap rumah bernyanyi NAV yang tersebar di Makassar seperti NAV 4 yang bertempat di Jalan Gunung Latimojong, NAV 2 bertempat Jalan Boulevard, dan NAV 3 yang bertempat di dalam Mall Panakukang.

Setelah itu, mereka terkonsentrasi di NAV 1 yang terdapat di Jalan Boulevard tepatnya di depan Mall Panakukang. Di sana mereka menyampaikan beberapa tuntutannya yang berfokus pada pembahasan rencana PT. NAV JAYA MANDIRI untuk mengalihkan status tenaga kerjanya menjadi pekerja outsourcing yang akan ditempatkan di tiga perusahaan outsourcing, PT. Absolute, PT. NAV Jaya Mandiri, dan PT. Bima Pratama.

PT. NAV Jaya Mandiri yang merencanakan pengalihan ini mendapat penolakan dari sekitar 43 karyawan PT. NAV yang berhasil mengumpulkan solidaritas karyawan dari 3 cabang rumah benyanyi NAV di Makassar.

Aksi dimulai pada pukul 11:30 Wita dan berkumpul di NAV 1 dan rombongan berhasil menutupnya, setelah itu aksi menuju ke NAV 2 yang berada di ujung jalan boulevard dan rombongan juga berhasil menutupnya. Dan pada pukul 12:30 Wita para rombongan aksi memasuki Mall Panakukang untuk menutup NAV 3 yang berada didalam Mall, dan sempat terjadi adu mulut antara karyawan NAV 3 dengan para rombongan aksi namun akhirnya berhasil ditutup. Setelah para rombongan aksi meninggalkan Mall Panakkukang, mereka kembali ke NAV 1 untuk beristirahat dan makan siang. Pada saat rombongan aksi beristirahat, salah satu karyawan PT. NAV menginformasikan kepada rombongan aksi bahwa NAV 3 yang berada didalam Mall Panakkukangn telah kembali beroperasi.

Selain menolak outsourcing, para karyawan PT. NAV yang tergabung dalam Federasi Serikat Perjuangan Pekerja Pariwisata Indonesia (FSP3I) menyatakan beberapa tuntutan kepada pihak manajemen PT. NAV, yaitu:

  1. Tolak keberadaan PT. KSM (penyalur tenaga kerja outsourcing) di rumah bernyanyi NAV.
  2. Jalankan semua hak normative pekerja sesuai yang di amanahkan dalam UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.
  3. Bayarkan kekurangan hak kerja kami selama 2 tahun mundur.
  4. Bayarkan upah lembur.
  5. Hentikan tindakan intimidasi dan diskriminasi terhadap pekerja.
  6. Usut tuntas pelaku Unio Busting (pemberangusan serikat) di rumah bernyanyi NAV.
  7. Berikan uang makan dan uang transportasi terhadap pekerja.

Kecaman Kepada PT. NAV Jaya Mandiri

Assalamualaikum Wr. Wb.

Salam Perjuangan!!!

Lingkar Advokasi Mahasiswa Universitas Hasanuddin dengan tegas mengecam rencana PT NAV JAYA MANDIRI yang ingin mengubah status 120 pekerja yang bekerja pada sektor kasir, teknisi, pelayan, cleaning service, dan koki dari status pekerja tetap menjadi outsourching

Hal ini jelas bertentangan dengan keputusan MAHKAMAH KONSTITUSI yang menilai pekerjaan yang memiliki objek tetap tidak bisa lagi dikerjakan melalui mekanisme outsourching. Baca : Penghapusan Mekanisme Outsourching

Selain itu sistem kerja outsourching selama ini tidak memberikan kepastian kerja dan upah yang layak kepada kelas pekerja di Indonesia, dan hal ini selalu menjadi isu utama dalam peringatan hari buruh internasional

Kami juga mendukung rencana mogok kerja para karyawan PT. NAV JAYA MANDIRI pada tanggal 24 Mei 2012 dengan tuntutan Menolak Pengalihan Pekerja Tetap menjadi Pekerja Outsourching pada PT. NAV JAYA MANDIRI.

Panjang umur perjuangan buruh Indonesia…

Wassalam

 

Image

Peringatan HARDIKNAS 2012–Sekber Rakyat Sulsel

        RAKYAT SULSEL PERINGATI HARDIKNAS 2 MEI 2012 DENGAN AKSI MASSA

Massa Aksi Hardiknas 2012Momentum Hardiknas 2 Mei 2012 diperingati oleh elemen masyarakat Sulsel yang tergabung dalam Sekber Perjuangan Rakyat Sulsel dengan melakukan aksi long march dari fly over ke Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Aksi ini diwarnai dengan orasi dari tiap – tiap  organ, pengecetan badan peserta aksi bertuliskan TOLAK RUU PT,  dan parade spanduk serta petaka dr masing-masing organ yang tergabung. ”Tolak RUU PT”, ”STOP KOMERSIALISASI PENDIDIKAN”, itulah tulisan yang tertera di spanduk aksi SEKBER 2 MEI KEMARIN.

Aksi yang dipimpin oleh Surachman yang tidak lain adalah Mahasiswa FMIPA UNHAS dan aktivis FMN MAKASSAR itu berjalan damai meski sempat memacetkan jalan Urip Sumoharjo. Aksi yang diikuti sekitar seratusan orang ini mendapatkan perhatian tersendiri dari masyarakat pengguna jalan akibat uniknya perangkat-perangkat aksi dr para peserta aksi. ”Kita tidak boleh berhenti menyuarakan perlawanan kita kawan-kawan, pemerintah hari ini telah melakukan pengkhianatan terhadap rakyat Indonesia”, teriak Surachman dalam orasinya.

(lebih…)

%d blogger menyukai ini: